IHSG Sesi I Ditutup Jatuh 5,05% ke 4.923, Sebaliknya Saham TMPO hingga BSWD Melambung
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Senin (19/10/2026), ditutup terjerembab sebanyak 261,85 poin (5,05%) menjadi 4.923. Rentang pergerakan 4.907-5.185 dengan nilai transaksi melonjak jadi Rp 9,63 triliun.
Penurunan IHSG tercatat yang terbesar di pasar Asia, bandingkan dengan beberapa negara lainnya yang masih berhasil torehkan penguatan. Penurunan ini juga sejalan dengan kejatuhan seluruh saham big cap.
Pelemahan indeks juga sejalan dengan penurunan seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar jatuh 6,35%, sektor energi melemah 5,48%, sektor infrastruktur jatuh 5,50%, sektor kesehatan melemah 5,14%, sektor keuangan melemah 3,77%, sektor konsumer non primer melemah 4,91%.
Baca Juga
Meski IHSG ditutup jatuh, sejumlah saham berikut catatkan lompatan harga mengesankan, yaitu saham TMPO naik 28,79% menjadi Rp 170, PNSE menguat 25% menjadi Rp 480, TRUK menguat 24,84% menjadi Rp 4.020, BIKE naik 20,24% menjadi Rp 5.050, dan BSWD menguat 20% menjadi Rp 6.750.
Akhir pekan lalu, IHSG ditutup jatuh sebanyak 678,68 poin (11,57%) menjadi 5.185, bahkan BEI sempat terapkan trading halt selama 30 menit. Level tersebut menjadi yang terendah sejak Oktober 2026 dan menjadi penurunan terbesar terhitung sejak krisis moneter tahun 1998. Pemodal asing berlomba-lomba keluar dari pasar saham Indonesia ditunjukkan dengan torehan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 3,34 triliun. Net sell terbanyak disumbangkan saham BBCA mencapai Rp 2,32 triliun dan BBRI mencapai Rp 1,14 triliun.
Penurunan ini juga sejalan dengan kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar anjlok 13,36%, sektor infrastruktur turun 13%, sektor kesehatan jatuh 13,16%, sektor industry melemah 11,89%, sektor energi turun 11,39%, sektor konsumer primer melemah 11,12%, sektor konsumer non primer anjlok 10,11%, sektor transportasi turun 10,91%, sektor property melemah 9,63%, sektor keuangan melemah 8,98%, dan sektor teknologi turun 8,88%.
Baca Juga
2 Tahun Prabowo, MBG Jangkau 57,8 Juta Penerima Manfaat dan Serap 1 Juta Pekerja
Penurunan tajam IHSG sejalan dengan kejatuhan mayoritas saham big cap hingga auto reject bawah (ARB), seperti BBCA, BBRI, BREN, BMRI, TPIA, ASII, TLKM, dan MORA. Saham ASII dan DCII tidak terkena ARB. Sebaliknya saham BYAN justru menguat.
Adapun tiga saham berikut justru berhasil menguat dengan catatkan auto reject atas (ARA), seperti saham BSWD naik 25% menjadi Rp 5.625, ABDA melesat 24,93% menjadi Rp 4.710, dan TRUK naik 24,81% menjadi Rp 3.220. Lompatan juga melanda saham PTSP sebanyak 20,72% menjadi Rp 2.010.
