Low Tuck Kwong Jual BYAN Rp2.588, Beli Lagi Rp11.200, Ada Apa?
JAKARTA, investotrust.id – Manuver Low Tuck Kwong di saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menjadi sorotan. Setelah melepas miliaran saham BYAN pada harga Rp 2.588 per saham kepada PT Jhonlin Baratama milik Haji Isam, Low Tuck Kwong kembali memborong saham emiten batu bara tersebut pada harga Rp 11.200 per saham. Aksi ini membuat total saham BYAN yang dikuasainya bertambah dari 9,95% menjadi 10,25%.
Samsudin Andi Arsyad atau yang dikenal sebagai Haji Isam sebelumnya telah merampungkan pembelian sebanyak 10,08 miliar saham atau 30,25% saham Bayan (BYAN) senilai Rp 26,05 triliun. Saham BYAN dibeli dengan harga Rp 2.588 yang dirampungkan melalui pasar negosiasi di BEI pada 7 Oktober 2026. Aksi ini menjadikan total saham BYAN yang dikuasai Low Tuck turun dari 40,15% menjadi 9,95%.
Baca Juga
Haji Isam Tuntaskan Akuisisi 30,25% Saham Bayan (BYAN) Rp 26,1 Triliun dari Low Tuck Kwong
Berdasarkan data transaksi 13–14 Oktober 2026, Low Tuck Kwong membeli total 100,501 juta saham BYAN dengan nilai mencapai Rp 1,126 triliun. Harga pembelian itu jauh lebih tinggi dibandingkan harga Rp2.588 per saham yang digunakan dalam transaksi penjualan sebelumnya.
Secara nominal, terdapat selisih harga Rp 8.612 per saham antara transaksi penjualan dan pembelian tersebut. Harga pembelian Rp11.200 per saham itu sekitar 333% lebih tinggi dibandingkan harga penjualan Rp2.588 per saham.
Pada 13 Oktober 2026, Low Tuck Kwong kembali membeli 500 ribu saham BYAN dengan harga Rp11.200 per saham. Nilai transaksi tersebut mencapai Rp 5,6 miliar. Sehari kemudian, pada 14 Oktober 2026, dia kembali membeli 100,001 juta saham BYAN dengan harga yang sama. Nilai pembelian ini mencapai Rp1,12 triliun. Dengan demikian, total pembelian dalam dua transaksi tersebut mencapai 100,05 juta saham senilai Rp1,126 triliun.
Baca Juga
IHSG Tembus Support 5.850, Risiko Penurunan ke 5.745 Membesar
Sebelum kembali membeli saham BYAN dengan harga Rp11.200 per saham, Low Tuck Kwong tercatat melepas 10,06 miliar saham melalui dua transaksi divestasi pada harga Rp2.588 per saham. Pada transaksi pertama, dia menjual 5 miliar saham BYAN dengan nilai Rp 12,94 triliun. Kemudian, pada transaksi kedua, Low Tuck Kwong melepas 5,06 miliar saham dengan nilai sekitar Rp 13,11 triliun.
Perbandingan harga transaksi menunjukkan perbedaan yang mencolok. Low Tuck Kwong melepas saham BYAN pada harga Rp2.588 per saham, kemudian kembali membeli saham pada harga Rp11.200 per saham. Meski demikian, perbedaan harga tersebut merupakan perbandingan harga dalam transaksi yang berbeda.
