Tak Hanya Otomotif, Cipta Perdana (PART) Ekspansi ke Bisnis Pengolahan Sampah
JAKARTA, investortrust.id – PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART) memperluas bisnis di luar komponen otomotif dengan mengembangkan mesin pengolah sampah organik menjadi kompos dalam waktu delapan jam. Mesin bernama SOMYA tersebut dikembangkan melalui kolaborasi dengan PT Enviro Mas Sejahtera untuk menjajaki peluang usaha di sektor pengelolaan sampah.
Pengembangan SOMYA menjadi langkah diversifikasi usaha PART dengan memanfaatkan kapabilitas manufaktur perseroan untuk memproduksi mesin dan peralatan industri non-otomotif. Inisiatif ini sekaligus membuka peluang bagi PART untuk memperluas portofolio produk dan menciptakan sumber pendapatan tambahan. Bahkan, teknologi SOMYA telah mendapat perhatian Pemerintah Kota Tangerang.
Manajemen PART menyebutkan bahwa SOMYA dikembangkan untuk mengatasi persoalan sampah organik dari sumbernya atau hulu, termasuk di lingkungan rumah tangga. Sampah organik yang menumpuk dan membusuk dapat menimbulkan bau, mencemari tanah dan air tanah melalui air limbah, serta menghasilkan gas metana yang berkontribusi terhadap pemanasan global.
Baca Juga
Cipta Perdana (PART) Siapkan Right Issue Rp 200 Miliar hingga Pengembangan Usaha Ini
Berdasarkan bahan pengembangan produk tersebut, sekitar 70% sampah rumah tangga yang dibuang ke tempat penampungan sampah merupakan sampah organik. Melalui teknologi rapid digester, SOMYA dapat mengolah sampah organik menjadi kompos dalam waktu delapan jam. Mesin ini juga diklaim mampu menyusutkan volume sampah organik hingga 95% dengan menghilangkan kandungan air di dalam sampah.
Manajemen PART menambahkan bahwa pengembangan SOMYA sejalan dengan strategi diversifikasi usaha di tengah keberlanjutan bisnis utama perseroan dalam memproduksi komponen otomotif untuk kendaraan roda dua dan roda empat. Meski demikian, penerapan SOMYA selanjutnya akan mempertimbangkan kesesuaian teknologi dengan kebutuhan operasional calon pengguna, hasil evaluasi teknis, kelayakan ekonomi, serta persyaratan dan mekanisme pengadaan yang berlaku.
Siapkan Right Issue
Selain mengembangkan bisnis non-otomotif, PART berencana memperkuat pendanaan dan pengelolaan permodalan melalui dua aksi korporasi, yakni penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau right issue dan pembelian kembali saham (buyback).
Perseroan berencana menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada minggu pertama Desember 2026 untuk meminta persetujuan pemegang saham atas kedua rencana tersebut.
Baca Juga
Diversifikasi Usaha Jadi Penopang, Laba Cipta Perdana (PART) Diproyeksi Melambung 46,18%
Dalam rencana itu, PART menargetkan penghimpunan dana melalui right issue dengan nilai sebanyak-banyaknya Rp200 miliar. Setelah dikurangi biaya emisi, dana yang diperoleh terutama akan digunakan untuk memperkuat modal kerja, termasuk pembelian bahan baku, peningkatan aktivitas produksi, kebutuhan operasional, serta pengembangan usaha.
Pelaksanaan right issue ditargetkan pada kuartal I 2027, setelah memperoleh persetujuan pemegang saham dan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).Di sisi lain, PART juga merencanakan buyback saham sebanyak-banyaknya 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh pada tanggal RUPSLB, dengan anggaran maksimal Rp10 miliar.
