IHSG Jatuh Makin Dalam Sentuh 2,41%, Sektor Energi Turun Parah
JAKARTA, investortrust.id – Penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) intraday sesi II, Senin (12/10/2026), makin parah lebih dari 145 poin (2,41%) menjadi 5.950 hingga pukul 15.00 WIB atau sejam jelang penutupan pasar. Penurunan tersebut berbanding terbalik dengan pasar saham Asia yang masih mencatatkan penguatan.
Tekanan jual tersebut dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, terbesar melanda saham sektor energi lebih dari 5,3%. Penurunan tajam lebih dari 3% melanda saham sektor material dasar, industry, konsumer primer. Sektor lainnya mengalami pelemahan lebih dari 1%.
Baca Juga
Inflasi 3,28% secara Tahunan, Mendagri Tito Wanti-Wanti Pemda Jaga Harga Pangan
Terkanan IHSG juga datang dari kejatuhan seluruh saham big cap, seperti BREN, BBCA, TPIA, BRPT, BBRI. Penurunan juga dipicu kejatuhan saham DSSA, MORA, RATU, hingga TINS.
Meski IHSG jatuh, tiga saham berikut berhasil cetak kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham BIKE naik 24,77% menjadi Rp 2.670, TFCO cetak kenaikan 24,76% menjadi Rp 1.285, dan ZONE melesat 24,62% menjadi Rp 810. Kenaikan pesat juga melanda saham IFSH, BTON, dan DOOH.
Akhir pekan lalu, IHSG ditutup rebound sebanyak 62,48 poin (1,04%) menjadi 6.093 disertai dengan pembelian bersih saham di seluruh pasar Rp 29,63 miliar oleh pemodal asing. Net buy tersebut ditopang adanya transaksi pasar negosiasi saham INPP senilai Rp 119,21 miliar.
Baca Juga
Geram Anomali Harga Pangan di Peternak dan Konsumen, Mentan Surati Kapolri
Kenaikan tersebut ditopang penguatan seluruh sektor saham, seperti material dasar naik 1,67%, sektor industry menguat 1,51%, sektor konsumer non primer 1,02%, sektor infrastruktur naik 1,15%, sektor transportasi menguat 1,08%, sektor energi naik 0,71%, sektor konsumer primer menguat 0,86%, sektor kesehatan naik 0,69%, sektor keuangan menguat 0,79%, dan sektor teknologi naik 0,60%. Sebaliknya sektor property turun 0,16%.
Kenaikan tersebut juga sejalan dengan penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Kenaikan juga ditopang penguatan sejumlah saham big cap, seperti EMAS naik 5,19%, MBSS menguat 15%, GGRM naik 6,04%, AMMN naik 4,01%, DSSA naik 2,73%. Kenaikan juga ditopang penguatan saham 4 big bank dan saham emiten Prajogo Pangestu.
Adapun saham dengan kenaikan harga paling pesat hari ini, yaitu saham STRK menguat 33,87% menjadi Rp 83, TCPI menguat 25% menjadi Rp 1.625, SOSS naik 25% menjadi Rp 1.200, TFCO menguat 24,85% menjadi Rp 1.030, BIKE menguat 24,78% menjadi Rp 2.140, dan MAPB naik 24,77% menjadi Rp 1.335.
