Trump Kaji Ekspansi Stablecoin Dolar untuk Perkuat Peran AS di Global
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Administrasi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tengah mempertimbangkan langkah untuk memperluas penggunaan stablecoin berbasis dolar AS ke pasar internasional. Rencana tersebut disebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran dolar AS dalam sistem keuangan global.
Mengutip Bloomberg, Kamis (24/9/2026) pejabat pemerintah AS sedang membahas kemungkinan pembentukan kemitraan publik-swasta untuk mendorong penggunaan stablecoin berbasis dolar di luar negeri. Sejumlah lembaga pemerintah, termasuk Departemen Keuangan, Departemen Luar Negeri, dan U.S. International Development Finance Corporation (DFC), berpotensi terlibat dalam inisiatif tersebut.
Namun, hingga kini belum ada negara atau perusahaan tertentu yang diumumkan sebagai mitra. Pemerintah AS juga belum mengungkapkan komitmen pendanaan untuk rencana tersebut.
Baca Juga
Daftar 10 Negara Paling Ramah Kripto, Singapura Jadi yang Teratas
Rencana ini sejalan dengan kebijakan pemerintahan Trump yang sebelumnya telah mendorong pengembangan stablecoin berbasis dolar yang sah dan didukung cadangan. Kebijakan tersebut diarahkan untuk memperluas penggunaan aset digital berbasis dolar di tingkat global.
Stablecoin yang didukung cadangan umumnya membutuhkan aset sebagai penopang nilai token yang beredar. Pada sejumlah penerbit stablecoin besar, cadangan tersebut mencakup surat berharga pemerintah AS atau aset berdenominasi dolar.
Dengan demikian, peningkatan penggunaan stablecoin berpotensi meningkatkan permintaan terhadap aset Treasury AS. Federal Reserve Bank of Richmond sebelumnya menilai peningkatan adopsi stablecoin yang didukung cadangan dapat meningkatkan permintaan terhadap Treasury dan berpengaruh terhadap tingkat suku bunga.
Baca Juga
Perluas Fitur Finansial, X Integrasikan Ticker Saham dan Kripto dengan Platform Perdagangan
Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga menyatakan bahwa pertumbuhan stablecoin dapat meningkatkan permintaan terhadap surat utang pemerintah AS.
Rencana perluasan stablecoin tersebut juga berpotensi meningkatkan akses terhadap layanan berbasis dolar di luar AS. Pengembangan infrastruktur stablecoin dapat mencakup konektivitas dengan perbankan, jalur konversi mata uang fiat, sistem pembayaran, hingga penerimaan pembayaran oleh merchant.
Kondisi tersebut dapat mendukung penggunaan stablecoin berbasis dolar untuk pembayaran lintas negara, remitansi, serta penyimpanan nilai di negara yang akses terhadap dolar AS secara langsung relatif terbatas.
Langkah tersebut menjadi perhatian karena utang nasional AS telah menembus US$40 triliun. Namun, perluasan penggunaan stablecoin tidak secara langsung mengurangi jumlah utang pemerintah AS, melainkan berpotensi memengaruhi permintaan terhadap surat utang pemerintah melalui peningkatan kebutuhan aset cadangan stablecoin.
