Potensi Cuan Saham Wintermar (WINS) Jumbo, Proyek Offshore dan Permintaan Kapal Jadi Katalis
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memberikan rekomendasi beli (buy) saham PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) dengan target harga Rp 1.100 per saham. Target tersebut menunjukkan potensi kenaikan sekitar 88% dari kisaran harga saat ini.
Analis Mirae Asset Sekuritas Wilbert Arifin menetapkan target harga WINS menggunakan kombinasi metode discounted cash flow (DCF) lima tahun dan price to book value (P/BV) dengan bobot setara. Valuasi DCF dengan asumsi weighted average cost of capital (WACC) 11,3% dan exit EV/EBITDA sebesar 5 kali menghasilkan nilai Rp 1.340 per saham. Sementara itu, pendekatan 1,1 kali price to book value (P/B) 2027 menghasilkan valuasi Rp 860 per saham.
Saat ini, saham WINS diperdagangkan pada valuasi sekitar 2,4 kali perkiraan price to earnings ratio (P/E) 2028. “Analisis sensitivitas kami menunjukkan, harga saham WINS saat ini mencerminkan asumsi daily charter rate (DCR) yang menetap, ada di bawah level yang diperlukan untuk membenarkan pembangunan kapal baru,” tulis Wilbert dalam laporan yang dikutip pada Rabu (23/9/2026).
Baca Juga
Astra Agro Lestari (AALI) Percepat Replanting untuk Tingkatkan Produktivitas Sawit
Rekomendasi saham WINS tersebut mempertimbangkan prospek industri offshore Indonesia didukung minimnya investasi eksplorasi dan produksi (E&P) minyak dan gas (migas) dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut berkontribusi terhadap penurunan cadangan migas, baik secara global maupun di Indonesia, sehingga diperlukan peningkatan belanja untuk menjaga tingkat produksi.
Wilbert menyebut Indonesia memiliki lima Proyek Strategis Nasional (PSN) di sektor hulu migas. Tiga di antaranya merupakan proyek perairan dalam yang mulai memasuki tahap konstruksi. Kondisi tersebut dinilai dapat memicu peningkatan permintaan kapal offshore support vessel (OSV), terutama kapal yang dilengkapi sistem dynamic positioning (DP).
Diuntungkan Kapal DP2
Mirae Sekuritas menilai WINS berada pada posisi untuk menangkap peningkatan aktivitas laut dalam tersebut. Sebagai pemilik OSV terbesar di Indonesia dan ke-7 di kawasan Asia Pasifik (APAC), WINS memiliki rekam jejak operasional lebih dari 50 tahun bersama perusahaan migas kelas dunia (bluechip).
WINS juga mengoperasikan armada platform supply vessel (PSV) DP2 terbesar di Indonesia dan ke-3 di APAC dengan total sembilan kapal. Jumlah tersebut tiga kali lebih banyak dibandingkan pesaing domestik terdekatnya. “Kondisi tersebut menguntungkan WINS karena tender kapal tambahan untuk proyek laut dalam diperkirakan banyak membutuhkan jenis kapal yang menjadi bagian besar dari armada perseroan,” jelas Wilbert.
Baca Juga
Daftar 10 Negara Paling Ramah Kripto, Singapura Jadi yang Teratas
Berdasarkan analisis saluran industri, proyek di blok IDD dan Hub Utara milik Eni diperkirakan membutuhkan 5-7 unit PSV DP2. Sementara proyek UCC Tangguh milik BP memerlukan lima unit PSV DP2 dan tiga unit anchor handling tug supply vessel (AHTS). Ditambah dengan pengembangan blok South Andaman oleh Mubadala Energy serta Proyek Abadi Masela oleh INPEX, permintaan PSV DP2 di dalam negeri diproyeksikan melonjak dua kali lipat dalam tiga tahun ke depan.
Sejumlah faktor tersebut berpotensi mendongkrak laba per saham (earnings per share/EPS) dengan compound annual growth rate (CAGR) hingga 74% sepanjang 2026-2029 atau meningkat hingga lima kali lipat. Pertumbuhan tersebut terutama didorong peningkatan 2,2 kali lipat unit operasional berdaya tarif tinggi, dari 13 unit menjadi 29 unit. Ekspansi tersebut didukung akuisisi sembilan DP2 PSV dan lima DP2 crew transfer vessel (CTV) yang memiliki kontrak lima tahun.
