Laba Lampaui Target Setahun Penuh, Timah (TINS) Ajukan Perubahan RKAP 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Timah Tbk (TINS) mengajukan perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026 kepada pemegang saham. Langkah ini dilakukan setelah laba bersih perseroan hingga semester I-2026 melampaui target yang ditetapkan untuk sepanjang tahun.
Direktur Keuangan & Manajemen Risiko TINS Fina Eliani mengatakan revisi RKAP tersebut masih dalam proses pengajuan. Besaran target baru belum dapat disampaikan karena perseroan masih menunggu persetujuan pemegang saham.
Sebelumnya, perseroan menargetkan tingkat produksi sebesar 30.000 ton Sn pada 2026 dengan pendapatan sekitar Rp 15,4 triliun dan laba bersih Rp 1,6 triliun hingga akhir 2026.
“Namun sebagaimana kita ketahui bahwa sampai dengan semester pertama dari sisi kinerja keuangan sudah terlampaui,” kata Fina dalam Public Expose Live, Kamis (10/9/2026).
Menurut dia, kondisi tersebut menjadi dasar perseroan untuk mengajukan perubahan RKAP kepada pemegang saham. Fina menambahkan target keuangan Timah pada 2027 juga belum dapat ditentukan secara final karena menyesuaikan arahan pemegang saham.
Baca Juga
Usai Cetak Kinerja Cemerlang, Target Harga Saham Timah (TINS) Direvisi Naik ke Level Ini
Sebagai informasi, hingga akhir Juni 2026, perseroan telah mengantongi laba bersih Rp 2,71 triliun yang melonjak 805% (yoy), lebih besar 70% dari target sepanjang 2026.
Direktur Produksi & Komersial Timah, Ilhamsyah Mahendra menjelaskan, peningkatan tersebut didorong oleh kenaikan volume penjualan, serta meningkatnya harga jual rata-rata logam timah di tengah kondisi pasar yang masih kondusif.
Di sisi operasional, produksi bijih timah mencapai 12.232 ton Sn atau naik 75% (yoy), sedangkan produksi logam timah tumbuh 58% menjadi 10.865 metrik ton Sn. Volume penjualan logam timah juga mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 85% menjadi 10.984 metrik ton dengan rata-rata harga jual (ASP) sebesar US$ 49.794 per metrik ton.
Guna menopang keberlanjutan bisnis, perseroan terus memperkuat kegiatan eksplorasi darat dan laut. Hingga semester I-2026, PT Timah masih mencatat total sumber daya timah sebesar 798 ribu ton dan cadangan timah sebesar 312 ribu ton Sn. Data ini menjadi fondasi kokoh bagi pengembangan usaha jangka panjang.
“Melihat capaian semester pertama dari sisi penjualan dan kinerja operasi, perseroan sangat optimistis bahwa produktivitas akan terus tumbuh konsisten hingga akhir tahun 2026,” pungkas Ilham.
