Cetak Laba Kuartalan Terkuat Sejak 2024, Saham Jasa Marga (JSMR) Makin Kinclong
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) didukung faktor lalu lintas ruas tol tangguh, mekanisme kenaikan tarif ruas secara berkala, dan kemampuan menghasilkan arus kas kuat. Perseroan juga didukung mulai membaiknya kinerja keuangan perseroan memasuki kuartal II-2026.
Hal ini mendorong Sucor Sekuritas dalam riset terbarunya mempertahankan rekomendasi beli saham JSMR dengan target harga Rp 3.700 per saham. Target harga ini mengimplikasikan valuasi forward price to earnings (PE) sebesar 8,6 kali dan enterprise value to EBITDA (EV/EBITDA) sebesar 7,2 kali.
“JSMR tetap menjadi pilihan karena memiliki basis lalu lintas yang tangguh, mekanisme tarif yang terkait inflasi, serta kemampuan menghasilkan arus kas yang kuat,” tulis analis Sucor Sekuritas Christofer Kojongian dalam riset terbarunya.
Baca Juga
Menuju Bursa Modern dan Agile, BEI Siap Laksanakan Demutualisasi
Tiga faktor tersebut mampu menahan sentimen negatif dari peluang penurunan laba bersih JSMR tahun ini menjadi Rp 3,1 triliun atau turun 15% yoy. Penurunan laba terutama mencerminkan kenaikan biaya keuangan akibat tingginya porsi utang JSMR berbunga mengambang. Kondisi tersebut mengimbangi manfaat dari pertumbuhan lalu lintas dan kenaikan tarif tol.
Perseroan, terang Sucor Sekuritas, diproyeksikan melaju lebih pesat tahun depan. Apalagi, sebanyak 26 dari total 36 ruas tol JSMR telah mampu menutupi biaya operasional dan bunga dari EBITDA. Dengan penyesuaian tarif dan meningkatnya kontribusi ruas tol baru diperkirakan mendukung profil pertumbuhan yang lebih baik mulai 2027.
Terkait semester I-2026, JSMR meraup laba bersih sebanyak Rp 1,91 triliun atau tumbuh 2%. Kuartal II-2026 menyumbang Rp 1,13 triliun, meningkat 20% secara tahunan (yoy) dan 46% secara kuartalan (qoq). Pencapaian tersebut menjadi laba bersih kuartalan terkuat JSMR sejak kuartal IV-2024. “Realisasi laba bersih tersebut setara dengan 61% dari proyeksi laba bersih JSMR untuk 2026 dan 54% dari konsensus,” tulisnya.
Baca Juga
Jasa Marga (JSMR) Cetak Kenaikan Laba 8,3% di Semester I-2026, Berikut Penopangnya
Torehan laba bersih tersebut didukung pendapatan tol dan operasional lainnya JSMR meningkat 5% yoy menjadi Rp 5,2 triliun. Pertumbuhan laba juga didukung oleh penurunan biaya keuangan sebesar 2% serta tarif pajak efektif sebesar 21%. Kinerja operasional JSMR turut menunjukkan perbaikan. Margin EBITDA pada kuartal I meningkat menjadi 67,8%, dibandingkan 67,5% pada periode yang sama.
Volume lalu lintas JSMR mencapai 647,5 juta kendaraan pada semester I-2026 atau naik 1,7% yoy. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh ruas tol baru. Pada ruas tol yang sudah matang, volume lalu lintas tumbuh 1,1%, sedangkan ruas tol baru mencatat pertumbuhan lebih tinggi sebesar 5,2%.
Dari sisi neraca, posisi kas JSMR mencapai Rp 4,2 triliun. Gearing ratio meningkat moderat menjadi 1,23x dari 1,20x, sementara interest coverage ratio (ICR) membaik menjadi 3,90x. “Kondisi tersebut menunjukkan neraca JSMR masih memadai untuk mendukung pembangunan yang sedang berlangsung,” tulisnya.
