Manfaatkan Hilirisasi dan Transisi Energi, AKR Corporindo (AKRA) Pacu 3 Prioritas Bisnis
JAKARTA, investortrust.id – PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) membidik peluang pertumbuhan berkelanjutan di tengah keberlanjutan program hilirisasi industri, penguatan ketahanan energi melalui infrastruktur penyimpanan dan distribusi, serta transisi menuju sumber energi yang lebih beragam.
Presiden Direktur AKRA Haryanto Adikoesoemo menegaskan bahwa perseroan merespons potensi tersebut melalui tiga langkah prioritas bisnis. Pertama, mengoptimalkan perdagangan dan distribusi BBM serta kimia dasar melalui keandalan pasokan, pertumbuhan volume yang selektif, dan optimalisasi jaringan.
Kedua, perseroan mempercepat pengembangan dan monetisasi Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) lewat penjualan lahan, layanan pelabuhan, dan pemenuhan utilitas. Ketiga, mengembangkan infrastruktur gas dan LNG, energi surya, BBM ritel, avtur, hingga utilitas kawasan.
Baca Juga
Bukit Asam (PTBA) Kembangkan Hilirisasi Batu Bara hingga PLTS untuk Diversifikasi Bisnis
"Perjalanan AKR menunjukkan bagaimana Perseroan membangun kapabilitas secara bertahap, mulai dari perdagangan kimia dasar, jaringan infrastruktur, hingga pengembangan JIIPE. Setiap langkah dibangun dari kompetensi yang telah dimiliki, didasarkan pada kebutuhan pelanggan, dan dijalankan bersama mitra yang memiliki keahlian di bidangnya," ujar Haryanto dalam keterangan resminya, Selasa (8/9/2026).
Sektor perdagangan dan distribusi tetap menjadi fondasi utama AKRA. Keandalan operasional perseroan ditopang oleh aset infrastruktur, seperti kapasitas tangka sebanyak 860.400 kiloliter (KL) di 20 pelabuhan laut dan sungai utama, sekitar 250 unit truk tangki BBM/kimia serta 14 unit kapal/SPOB, pergudangan seluas 50.000 meter persegi dan pemantauan 24 jam via Control Tower, serta sebanyak 182 SPBU ritel, dengan 75 SPBU di antaranya beroperasi di bawah bendera BP-AKR.
Sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terintegrasi, JIIPE terbukti memberikan efisiensi tinggi bagi tenant melalui integrasi lokasi industri, pelabuhan laut dalam, serta pasokan energi dan air. Hingga semester I-2026, segmen ini mencatatkan penjualan lahan seluas 58 hektare kepada perusahaan kimia dan manufaktur kaca asal China, serta perusahaan pengolahan gandum domestik. Pendapatan utilitas melonjak 37% secara tahunan (year-on-year), didorong tingginya konsumsi listrik, air, dan pengolahan limbah.
LNG dan Transisi Energi
Guna menopang kebutuhan energi jangka panjang di JIIPE, AKRA bersama mitra strategis tengah mengembangkan infrastruktur LNG serta Floating Storage and Regasification Unit (FSRU).
Baca Juga
Saham Adaro Andalan (AADI) Naik 65,96% Ytd ke ATH Rp 11.700, Masih Menarik Dikoleksi?
FSRU tersebut dirancang memiliki kapasitas penyimpanan 170.000 meter kubik dan terhubung dengan terminal LNG berkapasitas hingga 4 juta ton per tahun (MTPA), yang ditargetkan mulai beroperasi pada semester II-2029. Selain gas, AKRA juga merambah penyediaan listrik dan energi surya.
"Ke depan, AKR akan terus menjaga keandalan pasokan, memperkuat keunggulan operasional, serta mendukung program Pemerintah dalam hilirisasi industri, ketahanan energi, dan transisi energi," tutup Haryanto.
