Saham SINI dan GRPH Akhirnya Disuspensi, Sebaliknya NATO Dibuka Kembali
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) akhir menghentikan semetara (suspend) perdagangan saham PT Singaraja Putra Tbk (SINI) dan PT Griptha Putra Persada Tbk (GRPH) mulai sesi I, Selasa (8/9/2026), seiring dengan lompatan harga dalam beberapa hari terakhir.
Sebaliknya transaksi saham PT Olympus Strategic Indonesia Tbk (NATO) kembali dibuka mulai sesi I hari ini. Sebagaimana diketahui saham ini terkena suspense kemari dipicu kenaikan pesat harga sahamnya.
Baca Juga
Adaro Andalan (AADI) Cetak ATH Rp 11.700, Prospek Saham Masih Menarik? Simak Katalis Penggeraknya
BEI dalam pengumuman resminya menyebutkan bawah peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham SINI dan GRPH serta dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi Investor, BEI menetapkan penghentian sementara perdagangan saham SINI dan GRPH mulai pada 8 September 2026.
Sebagaimana diketahui, saham SINI telah melambung lebih dari 106% menjadi Rp 15.075 dalam sebulan terakhir. Lompatan harga makin pesat setelah miten milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), bernegosiasi untuk mengambil alih dan menjadi pengendali baru Singaraja Putra (SINI).
Baca Juga
Setahun Menjabat, Purbaya Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Dekati 6% pada 2026
Begitu juga dengan saham GRPH telah membukukan lompatan harga pesat lebih dari 116% menjadi Rp 132 dalam sebulan terkahir. Lompatan harga tersebut juga disertai dengan peningkatan volume saham yang ditransaksikan.
Sebaliknya saham NATO kembali dapat ditransaksikan mulai sesi I hari ini setelah sempat terkena suspense kemarin. Sebagaimana diketahui saham NATO telah melesat lebih dari 93% menjadi Rp 1.265 dalam sebulan terakhir. Lompatan harga tersebut membuat saham ini terkena suspense.
