Telkomsel Tak Khawatir Saham GOTO "Gocap", Investasi Berorientasi Jangka Panjang
JAKARTA, investortrust.id – PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), menegaskan investasi di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) merupakan bagian dari kemitraan strategis jangka panjang.
Berdasarkan data per 31 Agustus 2026, Telkomsel menggenggam sebanyak 23,72 miliar saham GOTO, setara dengan 1,99% dari total saham beredar.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel Daru Mulyawan mengatakan, investasi Telkomsel di GOTO berfokus pada optimalisasi potensi sinergi serta penciptaan nilai bagi Telkomsel.
Baca Juga
Telkom (TLKM) Ungkap Bocoran Dividen Tahun Buku 2026, Rasio Diusulkan Segini
“Kami sampaikan bahwa investasi Telkomsel di GOTO merupakan bagian dari kemitraan strategis jangka panjang yang berfokus pada optimalisasi potensi sinergi dan penciptaan nilai bagi Telkomsel. Pergerakan saham GOTO mencerminkan dinamika pasar dan tidak merepresentasikan manfaat strategis dari kemitraan tersebut,” kata Daru dalam konferensi pers Public Expose Live 2026 secara virtual, Senin (7/9/2026).
Daru menyatakan, Telkomsel akan terus mengevaluasi kinerja investasi dan realisasi sinergi secara disiplin. Evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan investasi tetap memberikan manfaat strategis bagi perseroan. “Ke depan, Telkomsel akan terus melakukan evaluasi secara disiplin terhadap kinerja investasi dan realisasi sinergi. Setiap keputusan terkait investasi akan diambil secara prudent berdasarkan kajian yang komprehensif serta mengikuti prinsip tata kelola dan mekanisme persetujuan yang berlaku,” tuturnya.
Baca Juga
Catherine Hindra Resmi Mundur, GOTO Siapkan RUPSLB di 14 Oktober 2026
Dengan demikian, manfaat investasi Telkomsel di GOTO tidak semata-mata tercermin dari pergerakan harga saham, tetapi juga dari potensi sinergi dan penciptaan nilai yang dapat dihasilkan melalui kemitraan strategis kedua perusahaan dalam jangka panjang.
Di lantai bursa, saham GOTO kembali menyentuh level gocap atau Rp50 per saham, terakhir kali sejak 5 Mei 2026. Sebelumnya, saham GOTO juga sempat mengalami fase gocap pada pertengahan 2024. Kondisi kembali melanda saham GOTO sejak awal Mei 2025 akibat tekanan pasar serta sentimen industri.
