Industri Kripto Makin Terhubung dengan Keuangan Tradisional, Regulasi Jadi Sorotan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Indodax Nasional Indonesia (INDODAX) menilai keseimbangan antara regulasi dan inovasi menjadi kunci dalam mendorong perkembangan industri aset kripto di Indonesia. Hal ini seiring semakin terhubungnya aset digital dengan institusi keuangan tradisional melalui teknologi blockchain.
CEO INDODAX William Sutanto mengatakan, tokenisasi menjadi salah satu jembatan antara sistem keuangan tradisional dan ekosistem aset digital. Melalui tokenisasi, aset finansial tradisional dapat direpresentasikan secara on-chain sehingga membuka peluang interaksi dan transaksi dalam ekosistem yang sama.
"Ketika aset tradisional mulai masuk ke blockchain, batas antara traditional finance dan kripto menjadi semakin tipis. Ini membuka peluang yang besar, tetapi juga membutuhkan kepercayaan, regulasi, dan infrastruktur yang mampu menghubungkan kedua ekosistem tersebut," ujar William dikutip Rabu (26/8/2026).
Baca Juga
MAKS Gandeng Amanode dan IDRX, Dorong Stablecoin Rupiah Jadi Infrastruktur Likuiditas
Menurut William, perkembangan industri juga diikuti perubahan profil investor. Kripto yang sebelumnya banyak diasosiasikan dengan spekulasi jangka pendek kini mulai dilirik investor dengan pemahaman yang lebih matang serta institusi sebagai bagian dari pilihan investasi yang lebih luas.
Di tengah meningkatnya keterlibatan institusi, William menilai regulasi tetap diperlukan untuk memberikan perlindungan konsumen dan menjaga kepercayaan pasar. Namun, regulasi juga perlu mempertimbangkan karakter industri kripto yang berkembang lebih cepat dibandingkan sistem keuangan tradisional.
"Karena itu, penting untuk menjaga keseimbangan agar regulasi tetap memberikan perlindungan, sekaligus memberi ruang bagi pengembangan produk dan layanan baru secara terarah," jelasnya.
William juga menyoroti pentingnya memberikan ruang bagi pelaku industri domestik untuk berinovasi. Menurutnya, platform lokal perlu memiliki kemampuan mengembangkan produk yang relevan di tengah persaingan dengan platform offshore yang memiliki fleksibilitas lebih besar dalam menghadirkan inovasi.
Selain regulasi, likuiditas menjadi faktor penting dalam pengembangan pasar aset kripto domestik. Industri perlu memperkuat kemudahan perpindahan antara mata uang fiat dan aset kripto sekaligus membangun infrastruktur serta pengalaman pengguna yang lebih mudah diakses.
Baca Juga
Sentimen Kripto Berbalik, ETF Bitcoin Catat Arus Masuk 6 Hari Beruntun
Stablecoin Jadi Penghubung
William menilai stablecoin berpotensi memainkan peran yang semakin besar sebagai penghubung antara sistem keuangan konvensional dan ekonomi on-chain. Karakter stablecoin yang lebih familiar bagi pengguna dinilai dapat menjadi salah satu jalur masuk ke ekosistem aset digital.
"Yang paling penting ke depan adalah bagaimana kita membangun likuiditas, user experience (UX), dan infrastruktur yang semakin baik. Dengan teknologi yang terus berkembang, sekarang tantangannya adalah membuat ekosistem kripto semakin mudah diakses dan relevan bagi lebih banyak orang," ujarnya.
Selain pengembangan infrastruktur, William menekankan pentingnya edukasi mengenai teknologi blockchain dan aset kripto. Menurutnya, masyarakat tidak hanya perlu memahami potensi investasi, tetapi juga cara kerja serta tanggung jawab dalam menggunakan aset digital.
Sejalan dengan penguatan inovasi produk, INDODAX turut memperkenalkan dua pengembangan terbaru, yakni fitur gamifikasi DAX Rewards dan pembaruan Trade API v2.
DAX Rewards dirancang untuk menghadirkan pengalaman gamifikasi bagi pengguna dengan berbagai hadiah, sedangkan Trade API v2 dikembangkan untuk mendukung kebutuhan developer dan pengguna yang memanfaatkan sistem trading otomatis.
"Bagi kami, inovasi harus bisa dirasakan langsung oleh pengguna maupun developer. Melalui DAX Rewards dan pembaruan Trade API v2, kami ingin terus menghadirkan produk yang relevan sekaligus mendukung perkembangan ekosistem kripto Indonesia," pungkas William.
