Modal Dasar Naik Jadi Rp208,65 Miliar, Harta Djaya (MEJA) Siapkan Rights Issue untuk Akuisisi TCP
JAKARTA, investortrust.id – PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) melanjutkan persiapan aksi korporasi rights issue dan akuisisi PT Trimata Coal Perkasa (TCP) setelah pemegang saham menyetujui peningkatan modal dasar dalam melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pekan lalu.
Dalam RUPSLB tersebut, pemegang saham menyetujui peningkatan modal dasar MEJA dari semula Rp 100 miliar menjadi Rp 208,65 miliar. Persetujuan ini menjadi salah satu landasan bagi Perseroan untuk mempersiapkan aksi korporasi berikutnya.
MEJA selanjutnya akan mempersiapkan RUPSLB berikutnya untuk meminta persetujuan pemegang saham terkait sejumlah agenda, termasuk perubahan kegiatan usaha menjadi perusahaan induk (holding company), pelaksanaan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue, serta rencana akuisisi TCP. Rights issue tersebut akan menjadi bagian dari struktur transaksi akuisisi TCP.
Baca Juga
Harta Djaya (MEJA) Bersiap Gelar RUPSLB Ketiga dan Right Issue untuk Akuisisi Trimata Coal Perkasa
Manajemen MEJA juga menyebutkan bahwa perseroan menargetkan rangkaian perubahan kegiatan usaha, persetujuan transaksi akuisisi TCP, dan pelaksanaan rights issue dapat dituntaskan pada Kuartal IV 2026. Target tersebut mempertimbangkan penggunaan laporan keuangan auditan periode 30 Juni 2026 sebagai salah satu dokumen pendukung aksi korporasi.
Selain itu, MEJA masih harus menyelesaikan proses valuasi, kajian, uji tuntas, dokumentasi transaksi, serta memenuhi ketentuan yang berlaku di bidang pasar modal. “Persetujuan peningkatan modal dasar dalam RUPSLB merupakan salah satu tahapan penting bagi Perseroan untuk melanjutkan agenda transformasi yang telah dipersiapkan. Fokus berikutnya adalah menyelesaikan seluruh proses dan dokumen yang diperlukan untuk perubahan kegiatan usaha, Right Issue, serta rencana akuisisi TCP,” ujar manajemen HRTA dalam keterangan resminya di Jakarta, kemarin.
Harga Rights Issue
Sejalan dengan keterbukaan informasi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik, MEJA mengindikasikan kisaran harga pelaksanaan rights issue sebesar Rp 450-550 per saham. Namun, kisaran tersebut masih merupakan indikasi awal dan bukan harga pelaksanaan final.
Penetapan harga rights issue nantinya akan mempertimbangkan hasil valuasi independen, struktur final transaksi, kondisi pasar, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Perseroan menyatakan akan menjaga konsistensi antara rencana aksi korporasi yang sedang dipersiapkan dengan informasi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik, dengan tetap memperhatikan perkembangan proses transaksi dan hasil kajian profesi penunjang pasar modal.
Baca Juga
Rencana akuisisi Trimata Coal Perkasa (TCP) menjadi bagian dari strategi MEJA untuk memperluas portofolio investasi dan kegiatan usaha melalui transformasi menjadi perusahaan induk. Dengan struktur tersebut, Perseroan diharapkan memiliki fleksibilitas lebih besar dalam mengembangkan investasi dan mengelola portofolio anak perusahaan pada sektor-sektor yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang.
Pelaksanaan rencana akuisisi tetap tunduk pada seluruh ketentuan yang berlaku, termasuk persetujuan pemegang saham, penyampaian keterbukaan informasi, penilaian independen, serta proses dan persetujuan regulator apabila dipersyaratkan.
Manajemen optimistis rangkaian aksi korporasi tersebut, apabila seluruh proses dan persyaratan dapat diselesaikan sesuai rencana, diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan, memperluas basis usaha, serta menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan.
