IHSG Diprediksi Bergerak Mixed, Saham Pilihan TOWR hingga BRPT
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (24/8/2026), diproyeksikan bergerak mixed cenderung menguat dengan rentang pergerakan 6.500-6.568. Tia saham TOWR, BBNI, dan BRPT direkomendasikan beli.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa IHSG bergerak mixed to positive dengan support di 6.455–6.400 dan resistance di 6.568–6.600. “Secara teknikal, IHSG telah breakout level psikologis 6.500 dan mengonfirmasi struktur bullish jangka pendek. Selama mampu bertahan di atas 6.500, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju upside target 6.568–6.716 sesuai proyeksi Fibonacci pada chart, meski profit taking tetap terbuka,” tulisnya.
Baca Juga
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi katalis positif berlanjutnya foreign flow dan penguatan rupiah. Sementara investor tetap perlu mencermati potensi outflow menjelang efektif rebalancing MSCI pada 31 Agustus.
Terkait saham pilihan, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham TOWR dengan target harga Rp 448-464, BBNI dengan target harga Rp 3.780-3.850, dan BRPT dengan target harga Rp 1.955-2.060. Sebaliknya saham TCPI direkomendasikan jual.
Sepanjang pekan lalu, IHSG berhasil menguat sebanyak 123,80 poin (1,93%) menjadi 6.525 disertai dengan pembelian bersih (net buy) saham jumbo Rp 2,23 triliun oleh investor asing. Kenaikan indeks pekan ini dipicu atas penguatan sebanyak 525 saham, sebanyak 230 saham ditutup stagnan, dan hanya 208 saham yang mengalami penurunan sepanjang pekan ini.
Baca Juga
Tarif Parkir Jakarta Diusulkan Rp60.000 per Jam, Pansus DPRD: Jangan Bebani Rakyat
Penyumbang utama lomptan indeks pekan ini dikontribusikan kenaikan harga saham BYAN sebanyak 8,33%, BBRI naik 3,53%, BRMS menguat 12,1%, AMMN naik 4,92%, dan BBCA menguat 1,57%. Kenaikan juga disumbangkan penguatan saham BUMI, BMRI, DSSA, BBNI, dan EMAS.
Dari sisi sektor, mayoritas mengalami peningkatan pesat, kecuali saham sektor kesehatan dengan penurunan 0,55%. Sisanya sektor material dasar melesat 3,67%, properti 2,65%, infrastruktur 2,73%, energi 2,94%, dan konsumer non primer 2,28%.
Adapun lima saham dengan net buy terbanyak pekan lalu adalah DSSA senilai Rp 1,27 triliun, BBRI mencapai Rp 745,32 miliar, BBCA senilai Rp 405,47 miliar, AMMN senilai Rp 328,75 miliar, dan APIC mencapai Rp 296,43 miliar.

