Investor Saham AS di Pluang Melonjak, Investor Pemula Tumbuh 63 Kali Lipat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Minat investor Indonesia terhadap saham dan exchange traded fund (ETF) Amerika Serikat (AS) terus meningkat. Data internal Pluang mencatat jumlah investor saham AS yang aktif bertransaksi setiap bulan meningkat enam kali lipat dalam tiga tahun terakhir.
Pertumbuhan lebih tinggi terjadi pada investor pemula. Jumlah investor baru di kelas aset saham AS tercatat melonjak hingga 63 kali lipat dalam periode yang sama.
Director of Marketing & Commercial Pluang, Andreas Agung Hendrawan, mengatakan peningkatan tersebut menunjukkan perubahan perilaku investor Indonesia yang mulai melakukan diversifikasi portofolio ke aset global.
“Investor Indonesia kini jauh lebih mahir dalam menemukan peluang pertumbuhan baru. Dengan pola pikir yang lebih global, mereka mengejar peluang kelas dunia untuk melengkapi, bukan menggantikan portofolio lokal mereka,” ujar Andreas dalam keterangan tertulis dikutip Selasa (11/8/2026).
Baca Juga
Pluang Luncurkan Agentic Trading, Pengguna Bisa Investasi Lewat ChatGPT hingga Gemini
Menurut dia, investasi saham AS kini tidak lagi terkonsentrasi pada investor yang pernah menempuh pendidikan di luar negeri maupun yang tinggal di kota-kota metropolitan.
Sebanyak 38% investor saham AS di Pluang saat ini berasal dari kota sekunder dan tersier. Pluang juga mencatat telah melayani investor yang tersebar di lebih dari 300 kota dan kabupaten di Indonesia.
Dari sisi dana kelolaan, total asset under management (AUM) saham dan ETF AS di Pluang meningkat 19 kali lipat dalam tiga tahun terakhir.
Pada kuartal I 2026, sekitar satu dari lima investor baru Pluang memulai perjalanan investasinya melalui kelas aset saham dan ETF AS.
Komitmen investor terhadap aset tersebut juga relatif kuat. Lebih dari 70% investor yang pertama kali membeli saham global setahun lalu masih mempertahankan kepemilikannya hingga saat ini.
Andreas menilai kondisi tersebut menunjukkan investasi saham global mulai digunakan sebagai bagian dari strategi diversifikasi jangka panjang, bukan semata-mata untuk spekulasi jangka pendek.
“Sebagai contoh, perusahaan-perusahaan yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI) kini menguasai sekitar 45% dari kapitalisasi pasar S&P 500 menurut data Goldman Sachs 2026. Ini menegaskan mengapa akses yang teregulasi ke perusahaan-perusahaan tersebut penting bagi investor Indonesia yang ingin melakukan diversifikasi secara global,” katanya.
Saat ini, Pluang menyediakan akses ke lebih dari 650 saham dan ETF AS, termasuk melalui skema kepemilikan pecahan (fractional ownership). Platform tersebut juga menyediakan produk investasi seperti opsi (options) dan leverage bagi investor berpengalaman.
Baca Juga
Pluang Luncurkan Technical Signals dan Screener untuk 'Trader' Saham AS dan Kripto
Beralih ke Skema PALN
Pluang menyatakan telah mentransisikan seluruh produk saham dan ETF AS ke skema Penyaluran Amanat Nasabah ke Bursa Luar Negeri (PALN) pada 2025.
Skema PALN merupakan mekanisme yang digunakan untuk memfasilitasi investasi saham asing oleh investor ritel domestik dengan kepemilikan atas saham dasar (underlying shares).
Dalam pelaksanaannya, Pluang bermitra dengan PT PG Berjangka. Transaksi tercatat di Bursa Berjangka Jakarta (JFX) dan dijamin oleh Kliring Berjangka Indonesia (KBI), sementara eksekusi transaksi di bursa AS dilakukan melalui Alpaca Securities LLC.
Melalui skema tersebut, investor dapat memiliki kepemilikan pecahan atas saham dasar dan memperoleh hak dividen secara proporsional.
Pluang mencatat investor yang menggunakan produk saham global telah menerima pembayaran dividen dengan nilai total puluhan miliar rupiah sejak produk tersebut diluncurkan.
“Seiring dengan semakin globalnya pandangan masyarakat Indonesia, tugas kami bukan hanya sekadar menyediakan akses, tetapi juga terus meningkatkan standar kualitas, transparansi, dan perlindungan investor di baliknya,” ujar Andreas.
Menurut dia, keputusan untuk bertransisi penuh ke skema PALN merupakan bagian dari upaya perusahaan meningkatkan standar layanan dan perlindungan investor dalam investasi saham global.

