Danantara Konfirmasi Rencana Beli Saham BEI, Porsinya Belum Diungkap
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) membenarkan rencana pembelian saham melalui demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Rencana tersebut saat ini masih dalam pembahasan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI.
Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara Pandu Sjahrir mengatakan, rencana pembelian saham BEI berkaitan dengan proses demutualisasi bursa yang saat ini masih menunggu penyusunan Peraturan OJK (POJK). Regulasi tersebut ditargetkan rampung pada September 2026.
Baca Juga
Danantara Kasih Sinyal IPO Saham BUMN, Ada yang Melantai 6-12 Bulan?
“Ya, demutualisasi masih diproses, baik dengan OJK dan direksi bursa, insya Allah beberapa bulan ke depan bisa rampung,” kata Pandu kepada awak media di Gedung BEI, Jakarta, Senin (10/8/2026).
Meski membenarkan rencana pembelian saham BEI, Pandu belum mengungkapkan besaran porsi saham BEI yang akan dibeli Danantara. Ia mengatakan informasi lebih lanjut mengenai rencana tersebut akan disampaikan setelah pembahasan dengan OJK dan BEI.
“Nanti detailnya bakal diungkap ke semua, sebentar lagi. Ini lagi berkomunikasi baik dengan OJK dan Bursa,” imbuhnya.
Masuk melalui DIM
Pandu menjelaskan, keterlibatan Danantara dalam proses demutualisasi BEI akan dilakukan melalui Danantara Investment Management (DIM).
Baca Juga
ETF Emas Diluncurkan, Airlangga Optimistis Indonesia Bisa Salip India
Pembelian saham BEI tersebut merupakan bagian dari investasi Danantara. “Dari BPI memberi arahan untuk DIM untuk melaksanakan investasi untuk demutualisasi tersebut,” tandasnya.
Dengan demikian, rencana pembelian saham BEI oleh Danantara masih menunggu proses pembahasan bersama OJK dan BEI serta penyelesaian POJK yang ditargetkan rampung pada September 2026.

