Malindo (MAIN) Diprediksi Mulai Pulih di Semester II-2026, Intip Target Harga Sahamnya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) diperkirakan mulai menunjukkan perbaikan, seiring pemulihan permintaan unggas, normalisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta kenaikan harga broiler sejak pertengahan Juli 2026.
Dalam riset BRI Danareksa Sekuritas bertajuk Post-Earnings KTA, MAIN direkomendasikan beli dengan target harga Rp900 per saham. “Manajemen memperkirakan permintaan berangsur stabil pada semester II-2026 didukung kembali berlangsungnya aktivitas sekolah dan normalisasi program MBG. Meski permintaan masih lemah pada Juli, pemulihan diperkirakan mulai terlihat sejak Agustus 2026,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas Victor Stefano & Wilastita Sofi.
Pemulihan harga broiler juga menjadi salah satu faktor pendukung prospek MAIN. Harga broiler telah rebound sejak pertengahan Juli, didukung intervensi pemerintah melalui price floor, berakhirnya periode Suro, serta kembali berlangsungnya aktivitas sekolah yang mendukung normalisasi program MBG.
Baca Juga
Guru Besar IPB Ingatkan ‘Penyakit Akut’ Industri Perunggasan di Balik Murahnya Harga Ayam dan Telur
Ke depan, perluasan mekanisme impor one-door ke bahan baku pakan lainnya berpotensi meningkatkan tekanan terhadap biaya pakan. Pemulihan harga broiler sejak pertengahan Juli menjadi katalis bagi kinerja MAIN pada semester II-2026. Pemerintah melakukan intervensi melalui price floor, sementara berakhirnya periode Suro dan kembali aktifnya kegiatan sekolah turut mendukung pemulihan permintaan.
Normalisasi program MBG juga diperkirakan menjadi faktor pendukung permintaan unggas pada semester II-2026. Meski demikian, manajemen masih melihat potensi risiko pasokan akibat El Niño menjelang akhir tahun. Dampak yang lebih berarti diperkirakan terjadi pada musim panen awal 2027, khususnya Februari-Maret.
Prospek MAIN juga didukung beroperasinya pabrik pakan baru di Lampung. Fasilitas tersebut telah selesai dibangun dan ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada kuartal III-2026.
Baca Juga
BP BUMN Dorong Pengembangan Peternakan Ayam untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Manajemen menargetkan tingkat utilisasi pabrik baru tersebut mencapai 30-50% pada tahun pertama operasional. Investasi untuk pembangunan pabrik mencapai sekitar Rp 300 miliar, dengan tambahan depresiasi diperkirakan sekitar Rp20-30 miliar per tahun.
Realisasi impor GPS MAIN telah mencapai sekitar 40% dari kuota tahun fiskal 2026 pada semester I-2026. Namun, manajemen menyatakan masih terdapat ketidakpastian apakah kuota sebesar 800.000 akan sepenuhnya digunakan. Pemerintah berpotensi menyesuaikan kuota tersebut menyusul pemangkasan anggaran MBG dan adanya kendala pasokan.

