Saat Harga Melesat, Direktur Ini Borong Saham Futura Energi (FUTR) Senilai Rp 34,69 Miliar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Presiden Direktur PT Futura Energi Global Tbk (FUTR) Anggara Suryawan melaporkan kepemilikan sebanyak 132,56 juta saham atau setara 2,00% melalui serangkaian transaksi pembelian saham untuk tujuan investasi. Pembelian saham dilakukan dirinya melalui perusahaan miliknya PT Anggara Sons Investment dengan total investasi Rp 34,69 miliar.
Aksi beli tersebut dilakukan saat saham FUTR mencatatkan lompatan harga dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan data perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), saham FUTR telah melambung lebih dari 67% menjadi Rp 358 dalam sebulan terakhir.
Baca Juga
Direktur Futura Energi (FUTR) Borong 79,63 Juta Saham Saat Harga Melesat, Ada Apa?
Anggara Suryawan melalui pengumuman resminya di BEI menyebutkan bahwa kepemilikan tersebut diperoleh secara tidak langsung melalui PT Anggara Sons Investment dilakukan melalui sejumlah transaksi.
Pembelian sebanyak 47,56 juta saham pada 23 Juli 2026 dengan harga Rp 230 per saham. Pembelian sebanyak 65 juta saham FUTR pada 27 Juli 2026 dengan harga Rp 270 per saham dan pembelian sebanyak 20 juta saham pada 29 Juli 2026 dengan harga Rp 270 per saham.
Berdasarkan perhitungan nilai transaksi, pembelian pertama bernilai sekitar Rp 10,94 miliar, pembelian kedua sebesar Rp 17,55 miliar, dan pembelian ketiga senilai Rp 5,40 miliar. Dengan demikian, total nilai transaksi pembelian saham mencapai sekitar Rp 34,69 miliar.
Lompatan Harga Saham
Sementara itu, Futura Energi (FUTR) juga memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) atas permintaan klarifikasi terkait volatilitas harga dan aktivitas transaksi saham Perseroan pada periode 30 Juli hingga 3 Agustus 2026.
Baca Juga
Target Harga BNI (BBNI) Direvisi Naik ke Level Ini, Prospek Laba Makin Cerah
Perseroan menyatakan tidak terdapat informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek maupun keputusan investasi pemodal. FUTR juga menyampaikan tidak terdapat informasi, fakta, maupun kejadian penting lainnya yang material yang belum diungkapkan kepada publik dan dapat mempengaruhi harga saham maupun kelangsungan usaha Perseroan.
Namun demikian, manajemen FUTR menyebutkan, perseroan berencana menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk membahas penambahan KBLI sejalan dengan pengembangan kegiatan usaha FUTR. Selain agenda tersebut, perseroan menyatakan belum memiliki rencana tindakan korporasi lain yang berdampak material terhadap pencatatan saham dalam tiga bulan ke depan.

