Quantum Computing Dinilai Jadi Isu Strategis bagi Masa Depan Industri Kripto
JAKARTA, investortrust.id – Perkembangan quantum computing dinilai menjadi tantangan baru bagi industri aset kripto dan blockchain, termasuk di Indonesia. Teknologi tersebut berpotensi memengaruhi sistem keamanan kriptografi yang menjadi fondasi transaksi aset digital, meski saat ini masih berada dalam tahap riset dan pengembangan.
Chief Marketing Officer INDODAX Aloysia Dian mengatakan, pelaku industri perlu mulai memahami perkembangan quantum computing sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapan ekosistem blockchain menghadapi perubahan teknologi di masa depan.
"Perkembangan teknologi selalu menghadirkan tantangan sekaligus peluang. Meskipun quantum computing masih berada pada tahap riset dan pengembangan, potensinya terhadap sistem kriptografi telah menjadi perhatian komunitas global. Karena itu, penting bagi seluruh pelaku industri untuk mulai memahami arah perkembangan ini agar ekosistem dapat beradaptasi secara bertahap melalui diskusi dan edukasi," ujar Aloysia dalam keterangan tertulis dikutip Kamis (6/8/2026).
Baca Juga
Inflasi AS Melandai, INDODAX: Sentimen Positif bagi Bitcoin dan Ethereum
Menurut dia, quantum computing belum menjadi ancaman langsung terhadap blockchain. Namun, para peneliti memperkirakan komputer kuantum di masa depan berpotensi memecahkan sistem kriptografi yang saat ini digunakan untuk mengamankan aset digital apabila teknologinya telah mencapai tingkat kematangan tertentu.
Di sisi lain, teknologi tersebut juga membuka peluang untuk mempercepat proses komputasi kompleks dan mendorong inovasi di berbagai sektor, termasuk industri kripto. Karena itu, komunitas blockchain global terus mengembangkan standar keamanan baru agar mampu mengantisipasi perkembangan teknologi tersebut.
Baca Juga
INDODAX mengangkat isu tersebut dalam forum ETH Genesis: Quantum Leap, yang mempertemukan komunitas, pengembang, akademisi, dan pelaku industri untuk membahas dampak quantum computing terhadap blockchain, serta kesiapan membangun ekosistem yang lebih tangguh.
Aloysia menegaskan, kesiapan menghadapi era komputasi kuantum membutuhkan riset, pengujian, dan kolaborasi lintas industri agar transisi menuju standar keamanan baru dapat dilakukan secara bertahap tanpa mengurangi kepercayaan pengguna.

