Bukan Angka Inflasi, Selisih CPI dan Ekspektasi Gerakkan Pasar Forex
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – JustMarkets mengungkapkan bahwa volatilitas di pasar valuta asing (foreign exchange/forex) lebih banyak dipicu oleh selisih antara realisasi Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) dengan ekspektasi pasar dibandingkan angka inflasi itu sendiri.
Dalam riset terbarunya, JustMarkets menjelaskan bahwa pada hari pengumuman CPI, pelaku pasar umumnya telah memperhitungkan proyeksi inflasi. Oleh karena itu, pergerakan pasangan mata uang seperti EUR/USD lebih ditentukan oleh besarnya kejutan (surprise) terhadap konsensus pasar.
Perwakilan JustMarkets mengatakan, trader yang hanya berfokus pada angka inflasi utama berpotensi melewatkan faktor yang sesungguhnya menggerakkan pasar.
"Katalis sebenarnya untuk volatilitas valuta asing bukanlah angka inflasi itu sendiri, tetapi seberapa jauh angka tersebut menyimpang dari konsensus pasar," ujar perwakilan JustMarkets dalam keterangannya, Rabu (5/8/2026).
Baca Juga
Indonesia’s Forex Reserves Dip Amid Global Volatility and Debt Payments
Menurut JustMarkets, ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan mata uang. Karena itu, angka inflasi yang sama dapat memicu respons pasar yang berbeda bergantung pada ekspektasi investor sebelum data dirilis.
Dalam menganalisis data inflasi, trader disarankan tidak hanya memperhatikan CPI tahunan, tetapi juga CPI bulanan, CPI inti, inflasi jasa inti, revisi data sebelumnya, serta dampaknya terhadap ekspektasi kebijakan moneter.
Baca Juga
CPI AS Februari Naik 2,4%, Pasar Waspadai Dampak Perang Iran terhadap Inflasi
JustMarkets menjelaskan, reaksi pasar terhadap data CPI umumnya berlangsung dalam tiga tahap, yakni reaksi awal akibat kejutan data dalam hitungan detik, tahap interpretasi selama 15–60 menit dengan melihat data pendukung dan pergerakan imbal hasil obligasi, serta fase lanjutan ketika tren pasar berlanjut atau berbalik arah.
Perusahaan juga mengingatkan pentingnya manajemen risiko saat perdagangan pada hari rilis CPI. Volatilitas tinggi berpotensi memicu pelebaran spread dan slippage, sehingga trader disarankan membatasi ukuran posisi dan menghindari transaksi yang dipaksakan ketika kondisi pasar tidak kondusif.
