WEGE Pangkas Liabilitas Jadi Rp1,84 Triliun di Semester I 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) berhasil memangkas total liabilitas menjadi Rp1,84 triliun pada semester I-2026, atau turun 27% dari Rp2,53 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan kewajiban ini memperkuat struktur keuangan perseroan di tengah upaya meningkatkan perolehan proyek baru.
Dalam laporan keuangan perseroan, Debt to Equity Ratio (DER) WEGE tercatat sebesar 0,98 kali, sementara Current Ratio berada di level 1,80 kali. Perusahaan menilai struktur likuiditas terus membaik, meski penguatan arus kas operasi tetap menjadi fokus utama. Kondisi tersebut ditopang total aset sebesar Rp3,72 triliun dan ekuitas yang mencapai Rp1,88 triliun.
Direktur Utama WEGE, Mahendra Vijaya, menyampaikan, keberhasilan perseroan menurunkan liabilitas secara signifikan adalah bukti bahwa strategi lean and prudent yang dijalankan berada di jalur yang tepat.
“Fokus utama kami saat ini adalah memastikan efisiensi operasional dan kualitas pendapatan, serta menjaga struktur permodalan yang sehat dengan mempertahankan DER di bawah 1x dan rasio likuiditas tetap terjaga di atas 1x. Neraca keuangan yang tangguh adalah pondasi esensial bagi WEGE untuk memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” kata Mahendra dalam keterangan resminya dikutip Minggu, (2/8/2026).
Baca Juga
WEGE Kebut Pembangunan Kawasan Lembaga DPR II di IKN Senilai Rp1,96 Triliun
Selain memperkuat neraca, WEGE juga membukukan peningkatan signifikan pada kinerja pemasaran. Sepanjang semester I/2026, perseroan memperoleh kontrak baru senilai Rp610,17 miliar, melonjak 510% dibandingkan Rp100 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Secara operasional, WEGE mencatat pendapatan sebesar Rp404,85 miliar dengan laba bruto mencapai Rp22,41 miliar selama enam bulan pertama tahun ini.
Memasuki semester II-2026, WEGE akan mempercepat pelaksanaan program turnaround melalui monetisasi aset dan restrukturisasi liabilitas. Perseroan memproyeksikan potensi dana hasil divestasi aset dapat melampaui nilai kewajiban jangka pendek yang dimiliki.
Selain itu, WEGE akan lebih selektif dalam membidik kontrak baru dengan mengutamakan proyek yang memiliki kepastian pendanaan (payment security) tinggi.
