Bitcoin Naik 7,5% Sepanjang Juli, Pasar Kini Waspadai Volatilitas Agustus
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Harga Bitcoin (BTC) menutup perdagangan Juli 2026 dengan kinerja positif meski menghadapi tekanan dari meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat, hingga insiden keamanan yang menimpa salah satu dompet kripto terkemuka.
Pada perdagangan Sabtu (1/8/2026) Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$ 62.883, turun sekitar 2,8% secara harian. Namun secara bulanan, aset kripto terbesar di dunia itu masih berada di jalur untuk mencatatkan kenaikan sekitar 7,5% sepanjang Juli.
Kinerja tersebut dinilai cukup solid di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) masih berpotensi menaikkan suku bunga, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS, serta melemahnya sentimen terhadap aset berisiko.
Analis Bitfinex menilai pasar kripto mampu bertahan karena tingkat leverage pelaku pasar telah jauh menurun setelah aksi jual besar pada akhir Juni. Kondisi tersebut membuat tekanan likuidasi paksa lebih terbatas dibandingkan periode-periode sebelumnya.
"Kripto turun lebih kecil dibandingkan sektor ekuitas yang menggunakan leverage karena bahan bakar untuk aksi jual paksa sudah banyak terserap sebelumnya," tulis analis Bitfinex dilansir dari Coindesk.
Baca Juga
Selain faktor makro, pasar juga mencermati insiden keamanan yang melibatkan Coldcard, salah satu dompet perangkat keras (hardware wallet) Bitcoin. Insiden tersebut dilaporkan mengakibatkan pencurian Bitcoin senilai sedikitnya US$38 juta.
Direktur perusahaan perdagangan aset digital Wincent, Paul Howard, mengatakan dana hasil eksploitasi memang belum dilikuidasi ke pasar, tetapi potensi penjualannya tetap dapat memberikan tekanan terhadap harga Bitcoin dalam jangka pendek.
Menurutnya, insiden tersebut kembali mengingatkan investor terhadap risiko operasional dalam penyimpanan aset digital secara mandiri (self custody).
Ke depan, pelaku pasar diperkirakan akan lebih berhati-hati menjelang rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang menjadi indikator penting bagi arah kebijakan moneter The Fed.
Baca Juga
Pasar Kripto Merah, Bitcoin Turun ke US$ 64.000 Meski Ada Spekulasi Target US$ 70.000
Managing Partner STS Digital Jeff Anderson menilai pasar berpotensi memasuki fase volatilitas baru karena investor masih dihadapkan pada berbagai kemungkinan kebijakan suku bunga, mulai dari penurunan, penahanan, hingga kenaikan suku bunga.
Sementara itu, analis Bitfinex memperkirakan sentimen pasar dalam waktu dekat juga akan ditentukan oleh kembalinya arus dana ke ETF Bitcoin spot.
Analis riset Bitget Wallet, Lacie Zhang, memproyeksikan Agustus akan menjadi periode yang bergejolak dengan pergerakan harga Bitcoin yang cenderung terbatas, kecuali jika imbal hasil riil AS menurun atau arus masuk ETF Bitcoin kembali menguat secara konsisten. Menurutnya, kombinasi dolar AS yang lebih kuat, kenaikan imbal hasil riil, dan lemahnya permintaan ETF berpotensi menjadi faktor penekan harga aset kripto.

