Laba Bayan Resources (BYAN) Naik 16,8% di Semester I-2026 Terdorong Pendapatan
JAKARTA, investortrust.id – PT Bayan Resources Tbk (BYAN) membukukan laba periode berjalan sebesar US$ 416,56 juta pada semester I-2026, naik 16,8% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 356,53 juta. Laba per saham naik dari US$ 0,0028 menjadi US$ 0,0054 per saham.
Manajemen BYAN dalam rilis laporan kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (31/7/2026), menyebutkan pPeningkatan laba ini ditopang oleh pertumbuhan pendapatan serta kenaikan laba kotor sepanjang enam bulan pertama 2026.
Baca Juga
Saat Harga Jatuh, Low Tuck Kwong justru Agresif Borong Saham Bayan (BYAN) dari Pasar
Pendapatan emiten yang dikendalikan Low Tuck Kwong ini naik menjadi US$ 1,74 miliar pada semester I-2026, dari US$1,62 miliar pada semester I-2025. Seiring kenaikan pendapatan, laba bruto perseroan meningkat menjadi US$ 615,58 juta, dibandingkan US$ 526,31 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi profitabilitas, laba sebelum pajak juga meningkat menjadi US$ 534,04 juta dari US$ 463,53 juta pada semester I-2025. Adapun beban pokok pendapatan tercatat sebesar US$ 1,12 miliar, naik dibandingkan US$ 1,10 miliar pada semester I-2025.
Baca Juga
Beban penjualan meningkat menjadi US$ 19,93 juta dari US$ 16,93 juta, sementara beban lain-lain bersih naik menjadi US$ 23,85 juta dibandingkan US$ 955,52 ribu pada periode yang sama tahun lalu.
Di sisi lain, emiten batu bara ini atau BYAN mencatat penurunan beban umum dan administrasi menjadi US$ 49,77 juta dari US$ 53,19 juta. Beban keuangan juga turun menjadi US$ 2,38 juta dari US$ 6,36 juta. Sementara itu, penghasilan keuangan tercatat sebesar US$ 14,39 juta, relatif stabil dibandingkan US$ 14,65 juta pada semester I-2025.

