Pendapatan United Tractors (UNTR) Capai Rp 58,3 Triliun pada Semester I-2026, Bagaimana Labanya?
JAKARTA, investortrust.id – PT United Tractors Tbk (UNTR) membukukan pendapatan bersih sebesar Rp58,3 triliun pada semester I-2026, turun 15% dibandingkan Rp68,5 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan pendapatan tersebut terutama dipengaruhi melemahnya penjualan emas di PT Agincourt Resources serta penurunan kinerja segmen Alat Berat dan Pertambangan Batu Bara Termal dan Metalurgi akibat alokasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara nasional 2026 yang lebih rendah.
Baca Juga
Laba Bersih Astra Otoparts (AUTO) Naik 22,6% di Semester I-2026, Pendapatan Tembus Segini
Laba bersih perseroan, yang tidak termasuk komponen non-recurring, juga turun 48% secara tahunan menjadi Rp4,3 triliun. Meski demikian, penurunan kinerja tersebut sebagian tertahan oleh pertumbuhan pendapatan dari bisnis Kontraktor Penambangan yang didukung penguatan nilai tukar dolar AS.
Penjualan emas Tambang Emas Martabe turut menurun akibat penghentian sementara operasional tambang. Namun, operasional tambang tersebut telah kembali berjalan pada kuartal II-2026.
Baca Juga
Prabowo Akan Saksikan Akad Massal KPR FLPP di Batang, Libatkan 62.000 Debitur
Sepanjang semester I-2026, UNTR juga membukukan non-recurring items sebesar Rp3,3 triliun. Nilai tersebut terutama berasal dari penurunan nilai investasi di Supreme Geothermal Energy serta pembayaran terkait aktivitas sebelumnya di kawasan hutan sehubungan dengan Persetujuan Pemanfaatan Kawasan Hutan (PPKH) di Tambang Nikel Stargate.
Hingga 30 Juni 2026, perseroan mencatat utang bersih sebesar Rp9,4 triliun dengan rasio gearing 8,5%. Posisi tersebut berbalik dari kas bersih Rp7,7 triliun pada akhir 2025, terutama akibat akuisisi perusahaan tambang emas dan pelaksanaan program pembelian kembali (buyback) saham.
