Net Buy Melanda Rp 1,25 Triliun, Ternyata Crossing Saham Ini Jadi Penopang
JAKARTA, investortrust.id – Investor asing akhirnya mencatatkan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 1,25 triliun, meski indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (29/7/2026), ditutup anjlok sebanyak sebanyak 39,20 poin (0,64%) menjadi 5.091.
Net buy tersebut ditopang adanya crossing saham MAPI bernilai Rp 1,60 triliun oleh pemodal asing. Net buy lainnya disumbangkan saham BBCA Rp 94,29 miliar, MDKA senilai Rp 77,52 miliar, DSSA senilai Rp 34,32 miliar, dan BRPT mencapai Rp 29,62 miliar.
Baca Juga
DBS Soroti Kriteria Utama Calon Gubernur BI Pasca Mundurnya Perry Warjiyo
Sebaliknya lima saham dengan penjualan bersih (net sell) terbanyak melanda saham, yaitu DEWA senilai Rp 113,99 miliar, MKPI sebanyak Rp 61,74 miliar, FILM mencapai Rp 59,98 miliar, EMAS mencapai Rp 50,81 miliar, dan BBRI senilai Rp 50,80 miliar.
Pelemahan dipicu atas kejatuhan mayorita sektor saham, seperti sektor industry 2,67%, property 2,75%, energi 1,26%, konsumer primer 1,16%, infrastruktur 1,48%, transportasi 1,77%, dan keuangan 0,45%. Sebaliknya kenaikan tipis melanda saham sektor kesehatan dan teknologi.
Baca Juga
Laba GOTO Naik Dua Kuartal Beruntun, Bisnis Fintech Kini Lampaui On-demand Services
Meski IHSG anjlok, sejumlah saham berikut catatkan kenaikan harga hingga auto reject atas (ARA) melanda saham MGNA naik 34,44% menjadi Rp 121. Lompatan juga melanda saham DWGL sebanyak 21,68% menjadi Rp 348, ECII menguat 13,16% menjadi Rp 172, NEST naik 12,90% menjadi Rp 700, dan BACH menguat 12,71% menjadi Rp 665.
Kemarin, IHSG ditutup anjlok sebanyak 55,19 poin (0,89%) menjadi 6.130 dengan pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 1,06 triliun. Net sell terbanyak melanda lima saham berikut, yaitu saham BMRI senilai Rp 150,19 miliar, NSSS sebanyak Rp 141,95 miliar, dan BBRI mencapai Rp 135,63 miliar.
