Chandra Asri (TPIA) Buka Suara Soal Keterlibatan Anak Usaha di Proyek PSEL Danantara
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menegaskan keterlibatan anak usahanya, PT Chandra Waste Energy (CWE), dalam proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) masih berada pada tahap awal studi kelayakan (feasibility study/FS).
Seiring dengan klarifikasi tersebut, saham milik konglomerat Prajogo Pangestu tersebut ditutup menguat 175 poin (9%) ke level Rp 2.120 pada perdagangan Senin (20/7/2026). Sedangkan dalam sepekan terakhir, TPIA telah menguat sekitar 12,17%.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Perseroan menjelaskan PT Chandra Waste Energy (PT CWE), yang merupakan entitas anak TPIA melalui PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIAG bersama mitra konsorsium telah dipilih oleh Danantara sebagai selected partners PSEL Batch 2 untuk melakukan Feasibility Study (FS) terkait potensi pengembangan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (Proyek PSEL).
“Proses saat ini masih berada pada tahap awal studi dan evaluasi kelayakan, dan kelanjutan Proyek PSEL akan bergantung antara lain pada hasil FS yang kemudian akan dikeluarkan Final Letter of Award,” kata General Manager Legal & Corporate Secretary TPIA, Erri Dewi Riani, Senin (20/7/2026).
Baca Juga
Chandra Asri (TPIA) Dinilai Undervalued, Sekuritas Ini Ungkap Potensi Cuan hingga 243%
Terkait besaran investasi, Erri menegaskan perseroan belum dapat menentukan nilai maupun komitmen investasi final. Karena itu, TPIA juga belum dapat memastikan apakah porsi investasi PT CWE akan mencapai atau melebihi 20% dari ekuitas perseroan.
“Pada tahap ini belum dapat ditentukan nilai maupun komitmen investasi final, sehingga Perseroan belum dapat memberikan pernyataan atas besaran porsi investasi PT CWE maupun materialitasnya terhadap ekuitas Perseroan,” ungkapnya.
Erri menuturkan, dalam konsorsium tersebut PT CWE saat ini berperan sebagai anggota yang melaksanakan studi kelayakan untuk mengevaluasi aspek teknis, komersial, finansial, dan pengembangan proyek.
Sementara itu, mengenai potensi kontribusi terhadap pendapatan dan laba, perseroan juga belum dapat memberikan proyeksi karena studi kelayakan baru akan dimulai.
“Perseroan masih belum dapat memberikan estimasi potensi kontribusi pendapatan maupun laba bersih dari Proyek PSEL tersebut terhadap PT CWE secara langsung, mengingat proses FS baru akan dilaksanakan pada tahap ini,” kata Erri.
