Sentimen S&P Angkat IHSG ke Atas 6.000, Investor Asing Berpotensi Kembali Masuk
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 1,92% ke level 6.037,84 pada perdagangan Senin (13/7/2026). Penguatan tersebut terjadi menjelang penutupan sesi II setelah pasar merespons positif keputusan S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level investment grade dengan outlook stabil.
Pengamat pasar modal Elandry Pratama mengatakan, penguatan IHSG hingga kembali menembus level psikologis 6.000 didorong oleh meningkatnya optimisme pelaku pasar terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Baca Juga
IHSG Melesat 1,92% Tembus Level 6.037, Saham Big Bank Dipimpin BMRI Perkasa
"Menurut saya, sentimen dari pengumuman S&P menjadi salah satu katalis positif yang mendorong penguatan pasar. Keputusan S&P mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level investment grade dengan outlook stable memberikan sentimen positif karena menunjukkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi dan stabilitas makro Indonesia," kata Elandry kepada investortrust.id, Senin (13/7/2026).
Menurut Elandry, keputusan tersebut juga berpotensi meningkatkan kembali risk appetite investor, terutama investor asing, sehingga membuka peluang masuknya aliran modal (capital inflow) ke pasar saham, khususnya pada saham-saham berkapitalisasi besar (big caps).
"Sentimen ini juga berpotensi meningkatkan kembali risk appetite investor, khususnya investor asing, sehingga membuka peluang masuknya capital flow ke pasar saham, terutama ke saham-saham big caps," ujarnya.
Baca Juga
S&P Global Ratings Pertahankan Peringkat Kredit Indonesia BBB dengan Outlook Stabil
Meski demikian, Elandry mengingatkan peluang aksi ambil untung (profit taking) tetap terbuka setelah lonjakan IHSG pada perdagangan hari ini. Menurutnya, tren penguatan masih berpeluang berlanjut selama IHSG mampu bertahan di atas level 6.000.
"Untuk tren ke depan, peluang penguatan IHSG masih terbuka selama mampu bertahan di atas level 6.000. Namun, setelah kenaikan yang cukup cepat hari ini, tetap ada potensi aksi profit taking jangka pendek. Investor tetap perlu mencermati likuiditas, sentimen global, dan pergerakan saham-saham penggerak indeks," katanya.
Baca Juga
Merdeka Copper Gold (MDKA) Naikkan Sumber Daya Gua Macan Jadi 276 Juta Ton
Sebelumnya, S&P Global Ratings mengafirmasi peringkat kredit Indonesia di level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan outlook stabil. Lembaga pemeringkat tersebut menilai pelemahan kondisi fiskal Indonesia bersifat sementara dan meyakini penerimaan negara akan kembali pulih dalam beberapa tahun mendatang.
Keputusan mempertahankan peringkat investment grade tersebut dinilai menjadi sentimen positif bagi pasar keuangan domestik karena mencerminkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi Indonesia serta menjaga prospek biaya pendanaan pemerintah dan sentimen investor.
