Target HargaSaham Dan Kinerja Keuangan Merdeka Coppr (MDKA) Direvisi Naik, Ini Penopangnya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – MNC Sekuritas merevisi naik target kinerja keuangan dan harga saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). Revisi target harga ini didukung oleh pandangan yang lebih positif terhadap prospek harga komoditas, keberlanjutan margin kas, serta perkembangan proyek-proyek utama perseroan yang berjalan sesuai rencana.
MNC Sekuritas merevisi naik target harga saham MDKA dari semula Rp 3.000 menjadi Rp 4.350 dengan rekomendasi beli. Dengan harga penutupan level Rp 2.570 terbuka potensi cuan saham ini sebanyak 69%.
Baca Juga
Prospek Emiten Logam Solid di Tengah Tekanan Biaya, Ini Saham Pilihannya Dipimpin TINS
Analis MNC Sekuritas Raka Junico W mengatakan, revisi target harga tersebut didukung oleh pandangan yang lebih positif terhadap prospek harga komoditas, keberlanjutan margin kas, serta perkembangan proyek-proyek utama perseroan yang berjalan sesuai rencana.
MNC Sekuritas juga merevisi naik proyeksi laba bersih MDKA pada 2026 menjadi US$ 144 juta, lebih tinggi dari estimasi sebelumnya sebesar US$115,4 juta. Revisi tersebut dilakukan setelah MDKA membukukan laba bersih sebesar US$57,5 juta pada kuartal I-2026, dibandingkan rugi bersih periode sama tahun sebelumnya US$ 3,7 juta.
Adapun Pendapatan perseroan pada kuartal I-2026 mencapai US$620 juta, meningkat 2% secara kuartalan dan 24% secara tahunan. Torehanl aba tersebut telah melampaui ekspektasi MNC Sekuritas maupun konsensus pasar, masing-masing telah mencapai sekitar 50% dan 34% dari target laba bersih sepanjang 2026.
“Kami juga menilai perkembangan proyek emas Pani Gold memberikan prospek positif bagi pertumbuhan jangka panjang. Aktivitas pengeboran di area Kolokoa mengindikasikan tambahan sumber daya emas sekitar 400 ribu ons, sehingga total sumber daya meningkat menjadi 7,4 juta ons,” tulisnya.
Baca Juga
IHSG Diprediksi Konsolidasi, Tiga Saham Dipimpin MDKA Layak Dilirik Hari Ini
MDKA juga didukung potensi penambahan cadangan, mengingat area yang telah dimonetisasi baru sekitar 135 hektare dari total konsesi seluas 14 ribu hektare. Aktivitas pengeboran yang berlanjut juga diperkirakan akan memperpanjang umur tambang.
Sementara itu, proyek SLNC HPAL berkapasitas 90 ribu ton per tahun telah menyelesaikan tahap commissioning dan kini menunggu penerbitan izin usaha industri (IUI) sebelum memulai produksi komersial. MNC Sekuritas menilai perkembangan tersebut akan menjadi katalis peningkatan volume pengolahan nikel setelah izin diterbitkan.
Sejumlah faktor tersebut mendorong MNC Sekuritas menetapkan target pendapatan MDKA meningkat menjadi US$ 3,02 miliar pada 2026 dari realisasi US$ 1,89 miliar pada 2025. EBITDA diperkirakan naik menjadi US$ 873,1 juta, sedangkan laba bersih diproyeksikan mencapai US$144 juta, berbalik dari rugi bersih US$ 62,1 juta pada tahun sebelumnya.
