Jurus Daya Intiguna (MDIY) Genjot Kinerja: Andalkan Harga Murah dan Inovasi Produk
JAKARTA, investortrust.id – PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) mengandalkan strategi harga yang terjangkau, inovasi produk, serta penguatan merek sendiri (in-house brand) untuk mendorong pertumbuhan kinerja pada 2026. Strategi ini berhasil menjaga daya beli konsumen, meningkatkan profitabilitas, sekaligus memperkuat arus kas operasional di tengah ketatnya persaingan industri ritel.
Di tengah tingginya harga minyak serta depresiasi nilai tukar yang berimbas terhadap kenaikan biaya bahan baku, MDIY tetap mempertahankan harga produknya tetap terjangkau bagi konsumen. Strategi ini berhasil memperkuat loyalitas pelanggan, sehingga MDIY menjadi pilihan utama dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Selain mempertahankan strategi harga, MDIY secara konsisten melakukan penyegaran terhadap produk-produk yang sudah ada agar tetap sesuai dengan kebutuhan konsumen yang terus berkembang.
Baca Juga
MDIY Tebar Dividen Perdana Rp 17,62 per Saham, Setara 40% Laba Bersih 2025
Perusahaan ritel dengan merek gerai MR DIY ini juga memperluas kategori produk, khususnya berbagai perlengkapan dan peralatan rumah tangga, serta terus mengembangkan produk dengan merek sendiri (in-house brand) guna meningkatkan diferensiasi produk dan memperkuat daya saing di industri ritel.
Analis MNC Sekuritas Catherine Florencia menilai pengembangan in-house brand merupakan strategi yang efektif bagi pelaku ritel modern karena memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam mengelola harga, struktur biaya, dan kualitas produk.
"Melalui pengembangan in-house brand, MDIY memiliki kontrol yang lebih baik terhadap pricing, cost maupun quality. Strategi ini menjadi salah satu langkah cerdas untuk menjaga volume penjualan sekaligus mempertahankan overall blended pricing yang tetap kompetitif dibandingkan para pesaing," ujar Catherine.
Baca Juga
PLN Siapkan Tambahan Listrik 19,1 GW hingga 2030, PLTS dan BESS Jadi Andalan
Menurut Catherine, strategi bauran produk yang tepat juga berdampak positif terhadap kualitas laba perseroan. Hal tersebut tercermin dari arus kas operasional yang semakin sehat melalui perputaran persediaan barang yang lebih cepat di seluruh jaringan toko.
Hingga kuartal I-2026, inventory turnover days MDIY membaik menjadi 188 hari, dibandingkan sebelumnya 224 hari. Perbaikan tersebut menunjukkan persediaan lebih cepat terjual sehingga dana yang tertanam dalam stok dapat kembali menjadi kas dalam waktu yang lebih singkat.
"Perputaran stok yang semakin cepat merupakan indikator bahwa operating cash flow juga membaik. Ini berkat juga berkat dari strategi pricing maupun bauran produk yang sesuai. Di sisi lain, profitabilitas MDIY tidak hanya tercermin dari laba akuntansi, tetapi juga didukung oleh kemampuan menghasilkan kas dari aktivitas operasional," jelas Catherine.
Baca Juga
Bos Ritel Sebut Adanya Diskoneksi Data Makro dan Realitas Masyarakat
Secara fundamental, MDIY juga mengawali 2026 dengan kinerja yang solid. Pada kuartal I-2026, perseroan membukukan pendapatan Rp 2,4 triliun, meningkat 31% secara tahunan. Sementara itu, EBITDA tumbuh 28,4% menjadi Rp728 miliar, sedangkan laba bersih melonjak 35,5% menjadi Rp307 miliar.
Menurut Catherine, kombinasi strategi harga yang kompetitif, inovasi produk, profitabilitas yang kuat, serta arus kas operasional yang solid menempatkan MDIY sebagai salah satu emiten ritel yang unggul dibandingkan para pesaingnya.
