Merdeka Copper (MDKA) Tebar Dividen Perdana Rp 300 Miliar, Nilai per Saham Segini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) memutuskan membagikan dividen perdana senilai Rp300 miliar kepada pemegang saham, setelah tidak pernah membagikan dividen sejak melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2015.
Nilai dividen tersebut setara Rp12,28 per saham setelah dikurangi saham treasury yang tidak berhak menerima pembagian dividen.
Keputusan tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Dana dividen berasal dari sebagian saldo laba perseroan yang belum ditentukan penggunaannya. Sesuai ketentuan Bursa Efek Indonesia, dividen tunai akan dibayarkan paling lambat 30 hari setelah pengumuman ringkasan risalah RUPST.
Baca Juga
Merdeka Copper (MDKA) Tambah Penggunaan Energi Terbarukan dan Reklamasi Lahan
Presiden Direktur Merdeka Copper Gold, Albert Saputro, mengatakan pembagian dividen mencerminkan keyakinan manajemen terhadap prospek bisnis perseroan ke depan sekaligus komitmen untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.
“Keputusan pembagian dividen ini mencerminkan keyakinan kami terhadap prospek perseroan dan komitmen kami untuk memberikan nilai jangka panjang bagi pemegang saham,” ujar Albert, Kamis (25/6/2026).
Optimistis Hadapi 2026
Pada tahun lalu, MDKA masih membukukan rugi bersih sebesar US$62,06 juta dengan pendapatan turun 15,37% secara tahunan menjadi US$1,89 miliar.
Meski demikian, Albert menilai perseroan memasuki 2026 dengan fondasi yang lebih kuat berkat peningkatan kinerja operasional, disiplin biaya yang lebih baik, serta kemajuan berbagai proyek pertumbuhan utama.
Baca Juga
Kebutuhan Dana Tahun Ajaran Baru Melonjak, Gadai Emas BRIS Melonjak 100%
“Meski 2025 merupakan tahun yang penuh tantangan, perseroan memasuki 2026 dengan fondasi yang lebih kuat. Kami melihat peningkatan kinerja operasional, disiplin biaya yang lebih baik, serta kemajuan penting di berbagai platform pertumbuhan utama perseroan,” ujarnya.
Perseroan mencatat awal tahun 2026 yang positif, didukung penguatan kinerja bisnis emas dan nikel. Melalui anak usaha PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), perseroan mencapai tonggak penting di Tambang Emas Pani dengan realisasi penuangan emas perdana pada Februari 2026 dan penjualan emas perdana pada Maret 2026.
EMAS membukukan produksi 1.818 ounces emas dan penjualan awal sebanyak 516 ounces pada kuartal I-2026 sebagai langkah menuju target produksi 2026 sebesar 100.000-115.000 ounces.
Bisnis Nikel
Di segmen nikel, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mencatat pertumbuhan produksi bijih yang kuat di tambang Konawe. Produksi saprolit meningkat 72% secara tahunan, sedangkan produksi limonit melonjak 195% secara tahunan pada Januari-Maret 2026.
Selain itu, fasilitas HPAL SLNC telah mencapai progres konstruksi 95%, sementara pabrik AIM menghasilkan output commissioning asam sulfat sebesar 120.911 ton pada kuartal pertama tahun ini.
Baca Juga
LPS Naikkan Tingkat Bunga Penjaminan Bank Umum Jadi 3,75% Mulai 1 Juli 2026
Dari sisi efisiensi, cash cost Tambang Emas Tujuh Bukit turun 64% secara kuartalan menjadi US$685 per ounce. Sejalan dengan itu, margin tambang meningkat 130% secara kuartalan menjadi US$4.156 per ounce yang didukung harga emas yang kuat.
Pada bisnis nikel, margin Nickel Pig Iron (NPI) meningkat 76% secara kuartalan menjadi US$3.982 per ton. “Ini mencerminkan dampak dari efisiensi operasional dan inisiatif optimalisasi biaya,” ungkap manajemen.
