Konversi Utang, Wika Beton (WTON)Tambah Saham WSBP
JAKARTA, investortrust.id – PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) atau Wika Beton memperoleh 155,89 juta saham baru PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) setelah mengonversi tagihan senilai Rp 7,92 miliar menjadi ekuitas.
Aksi korporasi tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) Tahap VI yang dilakukan WSBP untuk restrukturisasi utang sesuai Perjanjian Perdamaian (homologasi).
Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis pada Rabu (24/6/2026), WSBP menerbitkan sebanyak 178.685.260 saham baru dengan harga konversi Rp 50,81 per saham dan nilai nominal Rp50 per saham. Dengan demikian, nilai konversi utang yang direalisasikan dalam PMTHMETD Tahap VI mencapai sekitar Rp 9,08 miliar.
Baca Juga
Wika Beton (WTON) Bagikan Dividen hingga Rombak Susunan Pengurus
Pelaksanaan PMTHMETD Tahap VI dilakukan pada 22 Juni 2026, sementara pencatatan saham hasil konversi dilakukan pada 23 Juni 2026.
Perseroan menjelaskan, tujuan PMTHMETD tersebut adalah mengimplementasikan konversi utang kepada kreditur menjadi ekuitas sebagaimana diatur dalam Perjanjian Perdamaian yang telah disahkan melalui putusan homologasi Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan telah berkekuatan hukum tetap berdasarkan putusan Mahkamah Agung.
Dalam PMTHMETD Tahap VI, seluruh saham baru dialokasikan kepada kelompok kreditur dagang. Dari total nilai konversi sekitar Rp9,08 miliar, porsi terbesar diterima oleh WTON dengan nilai tagihan terverifikasi sebesar Rp7,92 miliar yang dikonversi menjadi 155,89 juta saham WSBP.
Baca Juga
Waskita Beton (WSBP) Tambah Direktur Operasi, Ini Susunan Pengurus Baru Perseroan
Selain WTON, sejumlah kreditur lain juga menerima saham hasil konversi utang. PT Padmas memperoleh 7,53 juta saham dari konversi utang senilai Rp382,50 juta. PT Pos Logistik Indonesia menerima 5,90 juta saham dari konversi utang Rp 299,89 juta.
Selanjutnya, PT Samudera Pratama Mandiri mendapatkan 4,54 juta saham dari konversi utang Rp 230,85 juta, sedangkan PT Pasto Sinar Teknik memperoleh 3,91 juta saham dari konversi utang Rp198,58 juta.
Sementara itu, PT Putra Bahari Mandiri menerima 909.809 saham dari konversi utang sebesar Rp46,23 juta. Adapun PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (d/h Bhanda Ghara Reksa) memperoleh 1.869 saham dari konversi utang senilai Rp95 ribu.
