Esa Medika (EMMI) Lepas 30% Saham ke Publik, Incar Dana Segar Rp269 Miliar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana (IPO) saham. Perseroan menawarkan 522,86 juta saham setara 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Dengan harga penawaran Rp446-515 per saham, EMMI mengincar dana segar maksimal Rp269,27 miliar.
Berdasarkan prospektus awal yang diterbitkan perseroan, masa penawaran umum dijadwalkan berlangsung pada 2-6 Juli 2026, sementara pencatatan saham di BEI direncanakan pada 8 Juli 2026. Dalam IPO ini, PT BRI Danareksa Sekuritas dan PT INA Sekuritas Indonesia bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
EMMI merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan besar alat laboratorium, alat farmasi, dan alat kedokteran untuk manusia. Perseroan memiliki jaringan operasional yang terdiri atas satu kantor pusat, dua fasilitas pabrik, dan empat kantor perwakilan di berbagai wilayah Indonesia. Berpengalaman lebih dari 25 tahun, EMMI melayani kebutuhan rumah sakit, fasilitas kesehatan, serta pelanggan institusional di dalam negeri.
Baca Juga
Proline Gelar IPO Saham, Tawarkan 522,9 Juta Saham dengan Harga Rp 100-120
Perseroan menilai prospek industri alat kesehatan nasional masih menjanjikan. Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, perluasan fasilitas layanan kesehatan, dukungan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), hingga kebijakan peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) menjadi pendorong pertumbuhan industri dalam beberapa tahun ke depan.
“Selain itu, pasar alat kesehatan Indonesia yang masih didominasi produk impor membuka peluang bagi distributor dan produsen lokal untuk memperluas pangsa pasar,” jelas manajemen perseroan.
Untuk mendukung pertumbuhan bisnis, EMMI juga tengah mengembangkan segmen produk barang habis pakai medis (consumables), termasuk produksi benang bedah melalui kerja sama strategis dengan mitra global. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kontribusi pendapatan berulang (recurring income), memperbaiki margin usaha, serta mengurangi ketergantungan pada proyek yang bersifat non-berulang.
Menurut manajemen EMMI, seluruh dana yang diperoleh dari IPO setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk memperkuat struktur keuangan dan mendukung ekspansi usaha. Perseroan mengalokasikan Rp50 miliar untuk pembayaran sebagian pokok pinjaman.
Baca Juga
Inaco (JELI) Mau IPO, Harga Saham Mulai Rp 900! Ini Jadwal dan Alokasi Dananya
Sekitar 11,8% dana hasil IPO, jelas manajemen, akan digunakan sebagai belanja modal berupa pembangunan gedung pabrik di Cikupa, Tangerang. Adapun sekitar 68,7% dana akan digunakan untuk modal kerja, antara lain pembelian barang terkait proyek serta pengadaan bahan baku dan persediaan.
Sebelum IPO, struktur pemegang saham EMMI terdiri atas Surya Gunawan Widjaja dengan kepemilikan 55%, Eddy Lie sebesar 35%, dan Andre Fajar Surya Gunawan 10%.
“Setelah IPO saham rampung, perseroan berharap dapat memperkuat posisi sebagai penyedia alat kesehatan terintegrasi sekaligus memanfaatkan peluang pertumbuhan sektor kesehatan nasional yang terus berkembang,” papar manajemen EMMI.
