BEI: Persiapan IPO Saham Tidak Perlu Menunggu Momentum Pasar Ideal
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan perusahaan tidak perlu menunggu kondisi pasar yang ideal untuk mempersiapkan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) saham. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, persiapan IPO saham justru perlu dilakukan sejak dini dengan memperkuat tata kelola perusahaan dan fondasi bisnis.
Vice Director Listed Companies Development BEI Listyorini Dian Pratiwi mengatakan bahwa dunia usaha saat ini masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari ketegangan geopolitik, gangguan rantai pasok global, tekanan nilai tukar, hingga ketidakpastian ekonomi internasional. Meski demikian, kondisi tersebut tidak mengurangi pentingnya persiapan menuju IPO.
Baca Juga
Sekuritas Ini Revisi Naik Rating Saham Bank Jadi Overweight, Saatnya Berburu BBCA dan BBRI?
“IPO saham memang dipengaruhi momentum. Namun demikian, tidak pernah terlalu dini untuk melakukan persiapan IPO sehingga dalam kondisi apa pun persiapan tersebut tetap bisa dilakukan,” kata Listyorini dalam keterangan resmi, Jumat (12/6/2026).
Menurut dia, proses menuju IPO tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan pendanaan. Persiapan tersebut juga mencakup kesiapan perusahaan secara menyeluruh, mulai dari aspek bisnis dan operasional, akuntansi, hukum, hingga tata kelola perusahaan.
Listyorini menambahkan, investor saat ini tidak hanya memperhatikan prospek pertumbuhan perusahaan, tetapi juga semakin fokus pada transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan bisnis. Karena itu, penerapan tata kelola perusahaan yang baik menjadi faktor penting dalam menarik minat investor.
Baca Juga
Selain tata kelola, fungsi investor relations juga dinilai memiliki peran strategis dalam membangun komunikasi antara perusahaan dan investor. “Saya selalu mengibaratkan, sebesar apa pun ikan di dalam kolam, kalau tidak pernah diperlihatkan tidak akan terlihat. Investor relations menjadi fungsi yang penting agar prestasi dan hal-hal baik yang dimiliki perusahaan dapat dikomunikasikan dengan baik kepada investor,” ujarnya.
Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) SW Indonesia, Michell Suharli, menilai IPO Readiness memiliki makna yang lebih luas dibandingkan sekadar mempersiapkan perusahaan untuk melantai di bursa.
Menurut Michell, IPO Readiness merupakan proses transformasi yang mendorong perusahaan menjadi lebih sehat, profesional, dan berkelanjutan. “IPO Readiness bukanlah biaya. IPO Readiness adalah investasi. Investasi untuk membangun perusahaan yang lebih kuat, ekonomi yang lebih kuat, dan Indonesia yang lebih kuat,” kata Michell.
