Pasar Kripto "Kebakaran", BTC ETH BNB hingga SOL Jatuh Berjamaah di Atas 6%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pasar aset kripto global masih berada di bawah tekanan hingga perdagangan Rabu (3/6/2026) pagi. Berdasarkan data Coinmarketcap, pukul 07.00 WIB, total kapitalisasi pasar tercatat turun 5,67% menjadi sekitar US$ 2,3 triliun, mencerminkan aksi jual yang masih berlanjut di berbagai aset digital utama.
Indeks pasar CMC20 juga ikut terkoreksi tajam sebesar 6,32% ke level US$ 137,2, seiring melemahnya mayoritas aset kripto berkapitalisasi besar.
Sentimen investor turut berada di zona negatif, dengan indeks Fear & Greed berada di level 25 (Fear), menandakan pasar masih didominasi kekhawatiran dan risiko tinggi.
Di mana sejumlah aset utama berada di zona merah dengan penurunan yang cukup signifikan. Bitcoin (BTC) tercatat di level US$ 66.733 usai terkoreksi 6,43% dalam 24 jam terakhir. Sementara itu, Ethereum (ETH) berada di posisi US$ 1.859 imbas melemah 7,20% dalam 24 jam.
Baca Juga
Imbas ‘Outflow’ Fantastis ETF pada Mei, Pasar Kripto Awali Juni dengan Tekanan Jual
Aset kripto lain juga bergerak searah dengan tekanan pasar. BNB turun 6,09% dalam 24 jam ke US$ 649,98, XRP melemah 6,54% ke US$ 1,21, bahkan Solana (SOL) mencatat koreksi terdalam sekitar 8,60% ke level US$ 74,12.
Kondisi ini menunjukkan pasar kripto masih berada dalam fase koreksi, dengan investor cenderung berhati-hati di tengah tekanan volatilitas dan sentimen negatif global.
Baca Juga
Partai Penguasa Jepang Dorong ETF Kripto dan Stablecoin Berbasis Yen
Kembali ke Level Terendah Februari
Penurunan Bitcoin menandai penurunan satu hari tercuram sejak 5 Februari. Penjualan besar-besaran memicu penarikan posisi terbesar oleh para trader kripto yang menggunakan leverage sejak penurunan tajam di awal Februari.
Lebih dari US$ 1,3 miliar posisi long dilikuidasi di seluruh pasar derivatif aset digital selama 24 jam terakhir, menurut data CoinGlass. Bitcoin menyumbang sebagian besar kerugian, dengan lebih dari US$ 700 juta posisi terkait BTC terpaksa ditutup karena harga anjlok.
Jumlah likuidasi juga merupakan yang terbesar sejak penjualan besar-besaran tersebut, menggarisbawahi betapa besarnya leverage yang digunakan para trader setelah reli BTC menuju US$ 83.000 awal bulan ini.
Di sisi lain, analis kripto yang dikenal dengan nama Doctor Profit menilai Bitcoin berpotensi membentuk dasar siklus berikutnya di kisaran US$ 40.000–50.000.
Menurut analis tersebut, pelemahan pasar saat ini menunjukkan tanda-tanda kelelahan yang sering muncul sebelum fase kapitulasi atau aksi jual besar-besaran terjadi. Ia menyatakan belum melihat sinyal pembalikan tren yang cukup kuat selama Bitcoin masih berada di bawah level US$ 80.000.
Analis tersebut menyebut beberapa faktor yang dapat memperburuk kondisi pasar, antara lain aksi jual dari investor jangka panjang (long-term holders), runtuhnya institusi besar di industri keuangan atau kripto, hingga munculnya peristiwa tak terduga atau black swan event.
Analisa saham dan kripto dengan mudah dan cepat dengan InvestingPro, dapatkan diskon tambahan khusus untuk pembaca Investortrust, klik di sini

