Bitcoin Masih Tertekan di Awal Juni, Pasar Tunggu Data Ekonomi AS
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Harga Bitcoin (BTC) bergerak di kisaran US$ 73.800-an pada perdagangan awal bulan Juni, Senin (1/6/2026), di tengah sikap hati-hati pelaku pasar yang menantikan sejumlah data ekonomi penting Amerika Serikat (AS) pekan ini.
Sepanjang bulan ini, aset kripto terbesar di dunia tersebut tercatat mengalami pelemahan sekitar 3%, seiring terbatasnya katalis positif yang mampu mendorong reli harga lebih lanjut.
Pelaku pasar kini memusatkan perhatian pada rilis data ISM Manufacturing PMI Mei dan laporan ketenagakerjaan AS yang dinilai berpotensi menjadi penentu arah aset berisiko, termasuk Bitcoin, dalam jangka pendek.
Data TradingView menunjukkan pergerakan BTC/USD sepanjang akhir pekan relatif tenang dan masih berada di area bawah kisaran perdagangan saat ini. Kondisi tersebut terjadi meskipun pasar saham AS berhasil mencetak rekor tertinggi baru dalam beberapa sesi terakhir.
Baca Juga
Sentimen Bitcoin di Media Sosial Capai Titik Paling Optimistis pada 2026, Waspadai Risiko Koreksi
Analis menilai data ekonomi AS yang akan dirilis dalam beberapa hari ke depan dapat memicu volatilitas baru di pasar kripto. Jika indikator manufaktur dan tenaga kerja menunjukkan ketahanan ekonomi AS serta meningkatnya selera risiko investor, Bitcoin berpotensi melanjutkan penguatan. Sebaliknya, data yang lebih lemah dari ekspektasi dapat meningkatkan tekanan jual terhadap aset digital.
Sejumlah pelaku pasar juga menyoroti pentingnya level US$ 73.000 sebagai area psikologis dan teknikal utama. Penutupan mingguan di atas level tersebut dinilai dapat memperkuat peluang terbentuknya pola double bottom breakout, yang kerap dianggap sebagai sinyal kelanjutan tren naik.
Analis pasar Rekt Capital menyebut keberhasilan Bitcoin mempertahankan posisi di atas US$ 73.000 akan menjadi konfirmasi penting bagi struktur teknikal yang telah terbentuk sejak akhir Februari lalu.
Meski demikian, sejumlah pengamat masih memperkirakan Bitcoin akan bergerak dalam rentang yang cukup lebar dalam waktu dekat, yakni antara US$ 60.000 hingga US$ 80.000, sebelum muncul katalis yang cukup kuat untuk mendorong arah pergerakan yang lebih jelas.
Di sisi lain, perubahan struktur perdagangan pasar berjangka Bitcoin juga mulai mengurangi pengaruh fenomena CME gap yang selama ini sering dijadikan acuan trader dalam menentukan target harga jangka pendek. Dengan aktivitas perdagangan yang semakin berlangsung hampir 24 jam sehari, pasar dinilai lebih dipengaruhi faktor fundamental dan makroekonomi dibandingkan anomali teknikal tersebut.
Pelaku pasar kini menunggu hasil rilis data ekonomi AS untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai prospek suku bunga, pertumbuhan ekonomi, serta dampaknya terhadap minat investor terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin.
Baca Juga
Waduh! Bitcoin Kehilangan Momentum hingga Terdepak dari Jajaran 10 Aset Terbesar Dunia
Menilik data Coinmarketcap, Senin (1/6/2026) pukul 10.35 WIB, harga BTC bergerak melemah dalam perdagangan 24 jam terakhir di tengah masih terbatasnya sentimen positif yang mampu mendorong pasar kripto. Berdasarkan data CoinMarketCap pada Senin (1/6/2026), Bitcoin diperdagangkan di level US$ 73.841,07, turun 0,34% dibandingkan sehari sebelumnya.
Pelemahan tersebut turut menekan kapitalisasi pasar Bitcoin menjadi US$ 1,47 triliun, turun 0,34% dalam periode yang sama. Sepanjang 24 jam terakhir, pergerakan harga menunjukkan volatilitas yang relatif terbatas dengan Bitcoin bergerak di kisaran US$ 73.200 hingga US$ 74.000.
Aktivitas perdagangan juga mengalami penurunan. Volume transaksi harian tercatat sebesar US$ 18,57 miliar, turun 4,3% dibandingkan periode sebelumnya. Sementara rasio volume terhadap kapitalisasi pasar berada di level 1,25%, mencerminkan aktivitas pasar yang masih cenderung moderat.
Dari sisi fundamental, pasokan Bitcoin yang beredar telah mencapai 20,03 juta BTC dari total maksimum 21 juta BTC. Dengan demikian, lebih dari 95% total pasokan Bitcoin telah beredar di pasar. Adapun kepemilikan Bitcoin yang tercatat sebagai treasury holdings mencapai 1,31 juta BTC.

