'Big Cap' Berguguran, Sektor Komoditas Dominasi The Best Investortrust Companies 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Ajang penghargaan bergengsi bagi pelaku pasar modal tanah air, The Best Investortrust Companies 2026, kembali digelar. Tahun ini, dinamika pasar modal Indonesia menunjukkan pergeseran menarik dengan absennya bank-bank besar (big caps) dari jajaran pemenang utama, yang justru digantikan oleh dominasi emiten dari sektor komoditas.
Ketua Dewan Juri The Best Investortrust Companies 2026, Roy Sembel, mengungkapkan proses seleksi tahun ini dilakukan dengan sangat ketat di tengah tantangan global. Mengusung tema ‘Indonesia’s Capital Market Leaders in the Age of Fiscal Discipline, Governance Reform, and Geopolitical Risk’, dewan juri menyoroti kemampuan emiten dalam menavigasi krisis energi dan guncangan geopolitik.
"Ini bukan ajang penghargaan 'kaleng-kaleng'. Tahun ini, dari total 967 emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), hanya 104 emiten yang berhasil lolos hingga tahap penilaian akhir," ujar Roy dalam sambutannya di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Salah satu poin paling mengejutkan dalam penghargaan tahun ini adalah tidak adanya nama bank-bank besar dalam daftar penerima penghargaan utama. Prof. Roy menjelaskan bahwa hal ini disebabkan oleh kriteria ketat terkait imbal hasil (yield).
"Mohon maaf untuk perwakilan bank besar, tahun ini mereka hanya sampai di babak 'semifinal'. Penurunan harga saham yang cukup tajam pada awal tahun 2026 menekan total imbal hasil mereka. Sementara kriteria kami mewajibkan imbal hasil positif dengan volatilitas rendah," jelasnya.
Sebaliknya, sektor komoditas, terutama logam dasar, justru tampil sebagai primadona. Adanya rotasi sektor (sectoral rotation) yang kuat di pasar modal membuat emiten komoditas menjadi penopang portofolio yang tangguh saat sektor finansial sedang berkonsolidasi.
Baca Juga
CEO Investortrust: Tata Kelola dan Disiplin Fiskal Jadi Ujian Pasar Modal 2026
Proses penilaian tahun ini tidak hanya melihat angka-angka finansial secara mentah, tetapi juga mendalami narasi di balik angka tersebut serta kualitas sumber daya manusia di belakangnya.
Beberapa syarat mutlak yang harus dipenuhi emiten antara lain:
* Telah melakukan IPO sebelum tahun 2025.
* Ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan.
* Tidak mencatatkan rugi operasional.
* Memenuhi syarat free float (saham publik).
Selain itu, dewan juri menambahkan kriteria baru yaitu ‘Pertumbuhan Positif Terintegrasi’. Emiten wajib mencatatkan pertumbuhan penjualan dan laba secara positif selama tiga tahun berturut-turut untuk membuktikan keberlanjutan bisnis mereka (sustainability). Dewan juri bahkan menggunakan analisis statistik Z-Score untuk mendeteksi anomali atau data yang mencurigakan.
"Kami berharap hasil penilaian ini menjadi referensi kredibel bagi investor ritel maupun institusi. Ini juga menjadi dorongan bagi seluruh emiten di Indonesia untuk terus meningkatkan standar transparansi dan tata kelola mereka," tambah Roy.
Penghargaan The Best Investortrust Companies 2026 sendiri dibagi ke dalam beberapa kategori berdasarkan kapitalisasi pasar (Big Cap, Mid Cap, Small Cap), serta 17 penghargaan sektoral dan penghargaan khusus bagi kinerja individu yang luar biasa di aspek tertentu.

