RUPST Krom Bank Sepakati Laba Bersih Rp143 Miliar Dialokasikan untuk Perkuat Permodalan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) sukses menggelar dua agenda rapat penting secara bersamaan, yaitu Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Paparan Publik (Public Expose) 2026.
Dalam RUPST tersebut, para pemegang saham menyetujui empat mata acara utama, termasuk pengesahan laporan keuangan tahun buku 2025 dan pemberian pelunasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et decharge) kepada direksi dan dewan komisaris. Selain itu, rapat menyepakati penunjukan akuntan publik serta penetapan gaji dan tunjangan bagi manajemen untuk tahun buku 2026.
Salah satu keputusan krusial yang diambil adalah pengalokasian 100% laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp 143 miliar untuk menambah saldo laba ditahan perseroan (retained earnings). Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi memperkuat struktur permodalan dan mendukung ekspansi bisnis yang berkelanjutan.
Presiden Direktur PT Krom Bank Indonesia Tbk Anton Hermawan mengungkapkan, keputusan untuk mengalokasikan seluruh laba bersih tahun buku 2025 ke dalam saldo laba ditahan merupakan langkah strategis perseroan untuk dapat menjaga fundamental keuangan yang sehat serta memperkuat kapasitas pendanaan internal.
"Dengan struktur permodalan yang semakin solid, kami optimistis Krom Bank dapat terus menjalankan agenda ekspansi bisnis secara berkelanjutan, meningkatkan daya saing, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan serta nasabah kami,” ujar Anton Hermawan dalam keterangan yang diterima, Rabu (20/5/2026).
Sepanjang tahun 2025, Krom Bank membukukan pertumbuhan kinerja yang kuat di berbagai indikator utama. Perseroan mencatat pendapatan bunga bersih (audited) sebesar Rp 1,85 triliun, meningkat 92% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan Rp 965 miliar pada tahun 2024.
Baca Juga
Total aset Krom Bank meningkat 84% YoY menjadi Rp 12,21 triliun pada 2025, sementara total kredit tumbuh 103% YoY menjadi Rp 8,63 triliun dibandingkan Rp 4,25 triliun pada tahun sebelumnya. Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 166% YoY menjadi Rp 8,39 triliun pada 2025 dari Rp 3,15 triliun pada 2024, didorong oleh pertumbuhan simpanan berbasis tabungan dan deposito.
Krom Bank juga berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp 143 miliar atau meningkat 15% YoY, mencerminkan kemampuan Perseroan dalam menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan. Anton mengatakan bahwa di tengah dinamika ekonomi global dan domestik sepanjang tahun 2025, termasuk tantangan geopolitik, tingginya volatilitas pasar keuangan, tekanan suku bunga, serta perubahan perilaku konsumen di era digital, Krom Bank tetap mampu mencatatkan kinerja yang positif dan solid.
“Kami melihat kondisi makro ekonomi saat ini menuntut industri perbankan untuk semakin adaptif, prudent, dan inovatif dalam menghadapi perubahan yang berlangsung sangat cepat. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi digital Indonesia serta meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan yang praktis, aman, dan terintegrasi juga membuka peluang pertumbuhan yang besar bagi industri perbankan digital," jelasnya.
Public Expose 2026
Pada hari yang sama, Krom Bank melaksanakan agenda tahunan Paparan Publik atau Public Expose 2026. Dalam pemaparan tersebut disampaikan bahwa kondisi industri perbankan nasional masih menunjukkan pertumbuhan yang positif di tengah dinamika ekonomi global dan tantangan pasar. Perseroan terus memperkuat fundamental bisnis melalui pengembangan layanan perbankan digital, pengelolaan risiko yang prudent, serta peningkatan kualitas layanan kepada nasabah.
Sampai dengan kuartal I 2026, perseroan mencatat sejumlah capaian penting, antara lain pertumbuhan aset menjadi sebesar Rp 14,77 triliun atau tumbuh 78% YoY, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 10,86 triliun atau tumbuh 138%, penyaluran kredit tumbuh sebesar Rp 9,88 triliun atau tumbuh 98%, rasio kecukupan modal (CAR) terjaga pada level 39,78%, dan laba sebelum pajak meningkat menjadi Rp 89,95 miliar atau tumbuh 99%.
Selain itu, perseroan juga terus memperkuat infrastruktur teknologi informasi dan tata kelola perusahaan guna mendukung ekspansi bisnis yang berkelanjutan serta meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan. Dalam kesempatan yang sama, manajemen perseroan memaparkan fokus strategi tahun 2026, yang meliputi penguatan ekosistem digital dan pengalaman pengguna (user experience), peningkatan kualitas aset dan manajemen risiko, pengembangan produk dan layanan berbasis kebutuhan nasabah, dan peningkatan kolaborasi strategis dengan berbagai mitra usaha.
“Krom Bank terus berkomitmen untuk menghadirkan layanan perbankan digital yang inovatif, aman, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kami meyakini bahwa konsistensi transformasi digital akan menjadi fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkesinambungan bagi seluruh pemangku kepentingan," pungkas Anton.

