Indosat (ISAT) Masuk Kandidat The Best Investortrust Companies 2026, Kinerja Keuangan Terus Bertumbuh
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) menjadi salah satu kandidat kuat peraih penghargaan The Best Investortrust Companies 2026, ajang apresiasi tahunan yang diselenggarakan Investortrust untuk emiten terbaik di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Indosat dinilai layak masuk kandidat penghargaan tersebut berkat konsistensinya menjaga pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang 2025. Perseroan mencatat pendapatan meningkat dari Rp55,88 triliun menjadi Rp56,51 triliun. Laba tahun berjalan juga naik dari Rp5,27 triliun menjadi Rp5,81 triliun.
Kinerja positif itu berlanjut pada kuartal I-2026. Pendapatan ISAT meningkat dari Rp13,57 triliun menjadi Rp15,22 triliun, sedangkan laba periode berjalan naik dari Rp1,41 triliun menjadi Rp1,52 triliun.
Baca Juga
Indosat: Keamanan Siber Jadi Risiko Bisnis, Bukan Cuma Urusan IT
Analis Kafi Ananta dan Erindra Krisnawan menyebutkan, kinerja keuangan ISAT pada kuartal I-2026 sejalan dengan ekspektasi pasar maupun proyeksi analis. Realisasi laba tersebut telah memenuhi sekitar 23% hingga 24% dari target laba setahun penuh.
Pada 2026, ISAT diproyeksikan mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 5,2% yang ditopang bisnis seluler dan monetisasi artificial intelligence (AI) yang dinilai masih sesuai ekspektasi.
Belanja modal (capex) ISAT diperkirakan berada di level Rp13 triliun, seiring kebutuhan investasi jaringan yang tetap tinggi untuk mendukung strategi pertumbuhan berbasis trafik data. Peluang peningkatan capex juga terbuka dari rencana lelang spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz tahun ini.
Baca Juga
Indosat (ISAT) Bagikan Dividen Rp 3,58 Triliun, Nilai per Saham Segini
Dengan sejumlah pencapaian tersebut, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham ISAT dengan target harga Rp3.000 per saham. Proyeksi itu didukung estimasi pertumbuhan EBITDA 2026 sebesar 5,6% dan pertumbuhan laba per saham (EPS) sebesar 17,4%.
Target harga tersebut juga mempertimbangkan proses penjualan aset fiber optik ISAT yang masih berjalan sesuai jadwal dan ditargetkan rampung pada kuartal III-2026 dengan potensi dana bersih sekitar US$560 juta.
Best Investortrust
Ajang The Best Investortrust Companies 2026 mengusung tema “Indonesia's Capital Market Leaders in the Age of Fiscal Discipline, Governance Reform, and Geopolitical Risk”. Penilaian dilakukan berdasarkan delapan indikator utama, seperti return saham satu tahun, volatilitas, likuiditas perdagangan, pertumbuhan penjualan dan laba operasi tiga tahun, margin operasional, asset turnover, hingga return on equity (ROE).
Baca Juga
BBRI Masuk Kandidat The Best Investortrust Companies 2026, Laba dan Kredit Tumbuh Solid
Selain aspek keuangan, proses penjurian juga mempertimbangkan tata kelola perusahaan, transparansi, keterbukaan informasi, serta kemampuan emiten menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.
Dari total 967 emiten di BEI, hanya 279 emiten atau sekitar 28,9% yang lolos tahap awal seleksi. Proses seleksi kemudian diperketat melalui sejumlah indikator tambahan hingga tersisa 84 emiten yang berhasil melaju ke tahap lanjutan.
Rangkaian penjurian berlangsung sepanjang April hingga Mei 2026, mulai dari proses nominasi, polling pelaku pasar, wawancara, hingga rapat final dewan juri. Acara puncak penghargaan dijadwalkan berlangsung pada akhir Mei 2026.

