BEI Beri Sinyal IPO Jumbo Sektor Hiburan, Bisnis Kebun Binatang Jadi Sorotan
JAKARTA, Investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) memberi sinyal akan ada perusahaan sektor hiburan yang masuk dalam pipeline initial public offering (IPO) dengan potensi penghimpunan dana besar.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, calon emiten tersebut bergerak di industri entertainment dan memiliki lini bisnis kebun binatang.
“Bukan Production House (PH) tapi terkait dengan secara riil dapat kita nikmati entertainmentnya. Artinya kalau dari sisi, apa namanya kalau anak-anak ingin kita educate ada kebun binatangnya. Itu kan relatif secara real bisa kita lihat,” kata Nyoman kepada awak media di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Baca Juga
Nyoman menjelaskan nilai emisi perusahaan tersebut diperkirakan jauh lebih besar dibandingkan perusahaan lain dalam pipeline IPO saat ini. “Yang production house tentunya ada, tapi kalau kita bandingkan nilai emisi, yang ini 3 kali lipat,” ujarnya.
Di tengah spekulasi yang beredar di media sosial, salah satu nama yang dikaitkan dengan rencana IPO tersebut adalah RANS Entertainment. Perusahaan milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina itu diketahui tengah mengembangkan bisnis kebun binatang di kawasan PIK 2, Jakarta Utara.
Sebelumnya, RANS pernah memaparkan rencana ekspansi bisnis dan peluang melantai di bursa dalam konferensi pers “RANS Family is Growing” pada 2023.
Baca Juga
Rosan: Saham Bank Masih Murah, Potensi Naiknya Besar karena PBV di Bawah 1 Kali
“Kita sedang proses, mudah-mudahan RANS to the moon. Ini juga salah satu perlahan-lahan. Kita memperkenalkan partner-partner kita, ini baru sebagian, belum setengahnya. Jadi, targetnya kita mau IPO. Ya, sabar saja. Kita lagi memperkuat infrastrukturnya,” ujar President Commissioner RANS Entertainment Raffi Ahmad dalam konferensi pers di Alila SCBD, Jakarta Pusat pada Februari 2023.
Saat itu, Raffi menyebut perusahaan yang baru berusia lima tahun tersebut telah memiliki valuasi sekitar Rp3 triliun atau naik lebih dari 100% dalam waktu sekitar satu tahun.
Sebagai informasi, hingga 30 April 2026 tercatat satu perusahaan telah melantai di BEI dengan total dana dihimpun sebesar Rp 300 miliar. Saat ini terdapat 15 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI.

