Bagikan

Bitcoin Uji Level 'Support' US$ 76.000, MicroStrategy Borong 24.869 BTC

Poin Penting

Bitcoin kembali menguji level support US$76.000 setelah gagal mempertahankan posisi di atas US$82.000, memicu likuidasi posisi long senilai sekitar US$400 juta dalam empat hari terakhir.
Di tengah tekanan pasar, MicroStrategy justru menambah kepemilikan dengan membeli 24.869 BTC senilai US$2 miliar serta melakukan buyback utang US$1,5 miliar untuk memperkuat strategi akumulasi aset digital jangka panjang.
Sentimen pasar kripto turut dipengaruhi lonjakan yield US Treasury dan kenaikan harga minyak Brent akibat tensi geopolitik Timur Tengah.

JAKARTA, investortrust.id - Pada perdagangan Selasa (19/5/2026) siang waktu Asia Bitcoin (BTC) masih berkutik di level US $77.000-an dengan dominasi pasar kini berada di level 60,66%, sementara total kapitalisasi pasar aset kripto masih tetap di level US$ 2,5 triliunan.

Financial Expert Ajaib Panji Yudha menilai, Bitcoin kembali tertekan setelah gagal mempertahankan momentum di atas US$ 82.000, memaksa harga melakukan retest ke area support kritis US$ 76.000 dan memicu likuidasi posisi long sebesar US$ 400 juta dalam empat hari. Di tengah koreksi ini, MicroStrategy (MSTR) justru memborong 24.869 BTC senilai US$ 2 miliar (rata-rata US$ 80.985 per koin), serta melakukan buyback utang senilai US$ 1,5 miliar yang jatuh tempo pada 2029 untuk menekan risiko dilusi masa depan dan membuka ruang akumulasi baru.

Dari sisi makro dan geopolitik, ketidakpastian meningkat setelah yield US Treasury 10-tahun melonjak ke 4,60% (tertinggi dalam 16 bulan) akibat beban utang AS senilai US$ 2 triliun yang jatuh tempo tahun ini. Tekanan inflasi global juga diperparah oleh meroketnya harga minyak Brent ke US$ 113 per barel akibat buntunya negosiasi Selat Hormuz, mencatatkan kenaikan lebih dari 50% sejak eskalasi konflik AS-Israel-Iran akhir Februari lalu.

Baca Juga

Perkuat Dominasi Aset Digital, Gedung Putih Sebut AS Pegang 328 Ribu Bitcoin

Sentimen positif datang dari adopsi institusional Asia, di mana SBI Securities dan Rakuten Securities Jepang bersiap menawarkan eksposur kripto langsung lewat akun investasi tradisional nasabah. Secara domestik, bursa CFX Indonesia juga mencatatkan pertumbuhan solid per April 2026, volume pasar derivatif naik menjadi Rp 4,44 triliun (YTD Rp 16,95 triliun) dan pasar spot tumbuh ke Rp 22,9 triliun, membawa total akumulasi volume spot sepanjang tahun 2026 menyentuh Rp98,7 triliun.

"Hari ini, Bitcoin berpotensi bergerak di rentang harga US$ 76.000 hingga US$ 78.000. Ethereum berpotensi bergerak di sekitar US$ 2.050 hingga US$ 2.200," katanya dalam riset, Selasa (19/5/2026).

Baca Juga

Bitcoin Melemah Hampir 6% Sepekan di Tengah Lonjakan Likuidasi

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024