Antam (ANTM) Kandidat Kuat Peraih ‘The Best Investortrust Companies 2026’
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam tercatat sebagai salah satu kandidat kuat penerima penghargaan The Best Investortrust Companies 2026, ajang apresiasi tahunan yang digelar Investortrust untuk menilai emiten-emiten terbaik di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Emiten tambang anggota holding pertambangan MIND ID itu dinilai memiliki sejumlah keunggulan, dari fundamental keuangan yang solid, likuiditas saham tinggi, profitabilitas kuat, hingga posisi strategis dalam hilirisasi mineral nasional dan transisi energi global.
Ajang The Best Investortrust Companies 2026 tidak hanya menilai kinerja keuangan dan operasional perusahaan, tetapi juga menyoroti tata kelola, transparansi, serta konsistensi emiten dalam menciptakan nilai bagi pemegang saham.
Mengusung tema Indonesia's Capital Market Leaders in the Age of Fiscal Discipline, Governance Reform, and Geopolitical Risk, penghargaan tersebut hadir di tengah dinamika pasar modal yang semakin menuntut emiten memiliki daya tahan bisnis, tata kelola kuat, serta prospek pertumbuhan jangka panjang.
Baca Juga
Antam (ANTM) Yakin Fundamental Tetap Kokoh di Tengah Gejolak Pasar Modal
Dalam proses penjurian, Investortrust menggunakan berbagai indikator kuantitatif dan kualitatif, antara lain return saham satu tahun, likuiditas perdagangan, pertumbuhan penjualan dan laba operasi tiga tahun, margin operasional, asset turnover, hingga return on equity (ROE).
Keunggulan Antam
Berdasarkan data Investing.com, ANTM secara kapitalisasi pasar masuk kategori big cap dengan nilai pasar sekitar Rp84,13 triliun. Saham ANTM juga termasuk salah satu saham paling aktif diperdagangkan di BEI dengan rata-rata volume transaksi harian sekitar 113,95 juta saham dan volume perdagangan sempat mencapai 183 juta saham.
Dari sisi kinerja pasar, menurut data Investing.com, saham ANTM mencatat kenaikan sekitar 39% dalam satu tahun terakhir, menunjukkan kepercayaan investor yang tetap kuat terhadap prospek bisnis perseroan. Fundamental keuangan perusahaan juga tergolong solid. ANTM pada 2025 membukukan pendapatan sekitar Rp84,6 triliun dibanding tahun sebelumnya Rp69,1 triliun atau naik 22,43%, dengan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) mencapai Rp9,6 triliun.
Perseroan juga mencatatkan return on equity (ROE) sekitar 20% dan return on assets (ROA) sebesar 14%, yang mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari modal dan aset yang dimiliki.
Laporan keuangan 2025 perseroan menunjukkan, ANTM membukukan laba bersih sekitar Rp 7,2 triliun, naik sekitar 100% dibanding 2024 sebesar Rp3,6 triliun, dengan total ekuitas Rp 36,6 triliun. Rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio) juga relatif sehat di level 0,44 kali.
Keunggulan lain ANTM terlihat dari konsistensi pembagian dividen. Perseroan tercatat meningkatkan dividen selama lima tahun berturut-turut dengan dividend yield sekitar 4,3%. Hal tersebut menjadi salah satu daya tarik utama ANTM bagi investor institusi maupun ritel.
Selain faktor finansial, ANTM memiliki posisi strategis dalam agenda hilirisasi mineral nasional. Perseroan merupakan salah satu pemain utama dalam rantai pasok nikel dan emas nasional, dua komoditas yang menjadi perhatian global seiring berkembangnya industri kendaraan listrik dan transisi energi.
Sejumlah analis menilai prospek ANTM tetap positif seiring kuatnya harga emas dunia dan pemulihan bisnis nikel. Penjualan emas ANTM juga tercatat tumbuh signifikan dalam beberapa tahun terakhir dan menjadi salah satu penopang utama pendapatan perusahaan.
Kajian akademik yang dipublikasikan dalam Book Chapter Manajemen Keuangan menyebut ANTM memiliki ketahanan operasional kuat di tengah dinamika eksternal yang fluktuatif. Rasio profitabilitas perusahaan dinilai sehat dengan ROE yang konsisten berada di atas 13%, sedangkan arus kas operasional yang kuat menunjukkan kemampuan ekspansi berbasis pendanaan internal.
Investortrust menyatakan, penghargaan The Best Investortrust Companies 2026 bertujuan mendorong transparansi dan tata kelola perusahaan, menjadi referensi investor dalam memilih saham berkualitas, serta mengapresiasi emiten yang mampu menjaga kinerja berkelanjutan di tengah dinamika pasar.
Baca Juga
Dari total 967 emiten di BEI, hanya 279 perusahaan yang lolos seleksi awal, dan setelah proses seleksi tambahan jumlahnya menyusut menjadi 84 emiten. Rangkaian penjurian berlangsung sepanjang April hingga Mei 2026 sebelum pengumuman pemenang pada acara puncak penghargaan akhir Mei 2026.
Proses penjurian dilakukan melalui beberapa tahap, dari seleksi awal, evaluasi kuantitatif, polling pelaku pasar dan wawancara, hingga deliberasi akhir dewan juri. Emiten yang mengikuti seleksi diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan ketat, antara lain telah tercatat di BEI sebelum 2025, membukukan laba pada 2025, memiliki ekuitas positif, aktif diperdagangkan, memenuhi aturan free float, serta tidak tersangkut kasus yang menjadi sorotan regulator.
Penilaian juga dilakukan berdasarkan delapan indikator utama, seperti return saham satu tahun, volatilitas, likuiditas perdagangan, pertumbuhan penjualan dan laba operasi tiga tahun, margin operasional, asset turnover, hingga ROE.
Penghargaan dibagi ke dalam tiga kelompok utama berdasarkan kapitalisasi pasar, yakni big cap, mid cap, dan small cap. Investortrust membagi para emiten ke dalam 12 sektor, yakni barang baku, barang konsumen nonprimer, barang konsumen primer, energi, infrastruktur, kesehatan, keuangan bank, perindustrian, properti dan real estat, teknologi, serta transportasi dan logistik.

