IHSG Dibuka Tergerus 0,40%, Sebaliknya Saham FIRE hingga MORA Melambung
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (11/5/2026), dibuka melemah sebanyak 25 poin (0,40%) menjadi 6.941. Penurunan ini sejalan dengan pelemahan mayoritas pasar saham Asia.
Penurunan tersebut dipicu atas pelemahan seluruh sektor saham, khususnya saham sektor energi, material dasar, industry, consumer non primer, consumer primer, dan sektor keuangan, Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor infrastruktur dan kesehatan.
Baca Juga
Di tengah pelemahan tersebut, saham FIRE justru berhasil catatkan lompatan harga sebanyak 25% menjadi Rp 170, saham NIRO melesat 19% menjadi Rp 238, dan MORA naik 15$ menjadi Rp 8.650.
Akhir pekan lalu, IHSG ditutup jatuh sebanyak 204,92 poin (2,86%) menjadi 6.969 diikuti dengan pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net sell) senilai Rp 389,31 miliar di seluruh pasar. Terbanyak melanda saham BMRI senilai Rp 436,38 miliar, BUMI mencapai Rp 82,88 miliar, dan TINS mencapai Rp 76,45 miliar.
Kejatuhan indeks akhir pekan lalu dipicu atas merosotnya mayoritas saham big cap, khususnya saham emiten tambang AMMN turun 9,27%, saham TINS melemah 14,88%, saham INDY melemah 14,82%, saham INCO melemah 13,89%, BREN melemah 11,83%, EMAS juga jatuh 12,22%.
Baca Juga
Divestasi Kestrel hingga Kenaikan Harga Batu Bara, Intip Target Harga Saham Adaro Andalan (AADI) Ini
Penurunan ini juga dipengaruhi pelemahan hampir seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar turun 7,80%, sektor energi 4,59%, sektor industry 4,55%, sektor transportasi 5,72%, dan sektor consumer primer 3,39%, dan sektor keuangan 1,48%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor kesehatan 0,70.
Adapun saham dengan kenaikan tertinggi dibukukan mayoritas saham sektor kesehatan. Auto reject atas (ARA) melanda saham MPOW dengan kenaikan 34,55%, MEDS naik 34,48% menjadi Rp 117, IRRA naik 25% menjadi Rp 510, PEHA naik 24,83% menjadi Rp 372, KAEF menguat 24,51%, dan MORA naik 20% menjadi Rp 7.500.

