Bagikan

Intip Prospek Saham BMRI, Rekomendasi Beli dengan Target Harga Rp 5.660-6.200

JAKARTA, investortrust.id Prospek saham Bank Mandiri (BMRI) dinilai masih menarik meski dibayangi sejumlah risiko dari kondisi makroekonomi. Hal ini didukung pertumbuhan kredit, kualitas asset, serta likuiditas yang tetap kuat.

Hal tersebut mendorong sejumlah analis ini mempertahankan rekomendasi beli saham BMRI. Samuel Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BMRI dengan target harga Rp 5.700 atau setara valuasi 1,7 kali price to book value (PBV) 2026 ditopang biaya dana yang lebih rendah dan imbal hasil dividen yang tinggi.

Baca Juga

Saham BBCA, BBRI, BMRI Dihujani Aksi Jual Asing Rp 5,32 Triliun Pekan Ini, Ada Apa?

Begitu juga dengan MNC Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BMRI dengan target harga Rp 6.050. Target harga ini mengimplikasikan PVB sekitar 1,8 kali tahun ini dan potensi dividend yield mencapai 7-8%. Target harga tersebut juga mempertimbangkan pertumbuhan kuat laba bersih BMR sebanyak 16,6% menjadi Rp 15.38 triliun di kuartal I-2026.

Begitu juga dengan KB Valbury Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BMRI dengan target harga Rp 5.660 atau mencerminkan PB tahun ini diprediksi 1,8 kali. Target harga ini mempertimbangkan target pertumbuhan kredit, NIM, dan CoC tahun ini bakal tercapai. Adapun perolehan laba bersih perseroan di kuartal I-2026 telah melampaui estimasi ditopang lompatan pertumbuhan kredit.

Baca Juga

Net Sell Jumbo Rp 978,65 MIliar, Asing Jual Saham BBRI dan BMRI

Begitu juga dengan BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BMRI dengan target harga Rp 6.200 per saham. Valuasi tersebut mencerminkan price to book value (PBV) sebesar 1,8 kali dan potensi dividend yield sebesar 8,3%.

Hingga kuartal I-2026, BMRI mencatatkan laba bersih sebesar Rp 15,4 atau naik 17% secara tahunan (yoy), meski turun 17% secara kuartalan (qoq). Kenaikan sejalan dengan peningkatan PPOP sebanyak 10% dari Rp 20,48 triliun menjadi Rp 22,61 triliun.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Naura Reyhan Muchlis dan Victor Stefano mengatakan, capaian laba tersebut setara dengan 27% dari estimasi laba tahun penuh dan berada di atas ekspektasi konsensus. “Kinerja positif ini didorong oleh ekspansi kredit yang kuat serta kualitas aset yang tetap terjaga,” tulis riset tersebut.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024