Autopedia (ASLC) Siapkan Buyback Rp 20 Miliar, Manajemen Nilai Harga Saham Masih Undervalued
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) kembali merencanakan aksi pembelian kembali (buyback) saham dengan alokasi dana internal hingga Rp 20 miliar. Langkah ini mencerminkan kuatnya arus kas perseroan serta keyakinan manajemen terhadap peningkatan nilai intrinsik perusahaan.
Presiden Direktur Autopedia Sukses Lestari, Jany Candra, menjelaskan bahwa keputusan buyback diambil setelah kinerja perseroan sepanjang 2025 menunjukkan hasil yang solid. Manajemen menilai harga saham saat ini masih berada di bawah nilai fundamentalnya (undervalued).
Mengacu pada harga penutupan 9 April 2026 sebesar Rp 77 per saham, jumlah saham yang berpotensi dibeli kembali mencapai sekitar 259,74 juta saham atau setara 2,03% dari total saham beredar.
Baca Juga
Laba Autopedia (ASLC) Turun 10,53% di 2025, Pendapatan Tembus Rp1 Triliun
Saat ini, total saham free float ASLC tercatat sekitar 19,4% atau setara 2,47 miliar saham. Aksi korporasi ini masih menunggu persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan pada 19 Mei 2026.
Jika disetujui, buyback akan dilakukan secara bertahap dalam periode 12 bulan sejak 20 Mei 2026. Di sisi lain, perseroan juga masih menjalankan program buyback sebelumnya yang berlangsung hingga 17 Juni 2026, sesuai persetujuan RUPS pada 17 Juni 2025.
Jany menegaskan bahwa posisi kas yang sehat hasil kinerja 2025 memungkinkan perseroan menjalankan buyback tanpa mengganggu rencana ekspansi pada 2026.
Baca Juga
Autopedia (ASLC) Optimistis Permintaan Mobil Bekas Naik Jelang Mudik Lebaran 2026
“Melihat capaian gemilang di 2025, kami merasa harga saham saat ini masih berada di bawah nilai fundamentalnya. Buyback ini menjadi instrumen untuk mengembalikan nilai kepada pemegang saham sekaligus menjaga stabilitas volatilitas pasar,” ujarnya, Senin (14/4/2026).
Berdasarkan laporan keuangan 2025, emiten ekosistem otomotif omnichannel ini mencatat pertumbuhan pendapatan yang signifikan, didorong oleh ekspansi jaringan ritel Caroline.id serta stabilnya bisnis lelang JBA.
Pendapatan perseroan meningkat secara tahunan seiring volume penjualan unit yang melampaui target, yakni mencapai Rp 1 triliun atau tumbuh 14,5% (yoy).
Secara keseluruhan, manajemen memandang prospek bisnis ASLC pada 2026 tetap cerah, didukung fundamental pasar yang solid. Optimisme ini mendorong perseroan untuk melanjutkan strategi ekspansi jaringan serta mengoptimalkan ekosistem omnichannel bisnis mobil bekas.
