Mendag Ungkap Dampak Geopolitik Global Terhadap Keyakinan Konsumen
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memberikan tanggapan terkait adanya penurunan pada angka Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) serta Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK). Menurutnya, fenomena ini tidak lepas dari tekanan geopolitik global yang mengganggu ekosistem industri dari hulu hingga ke hilir.
Ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (1/4/2026), Budi menjelaskan bahwa situasi perang yang tengah terjadi di tingkat global memberikan dampak nyata terhadap kenaikan biaya produksi dan ketersediaan bahan baku.
Budi mencontohkan sektor industri plastik sebagai salah satu yang paling merasakan imbasnya. Menurutnya, gangguan ini merupakan satu rangkaian ekosistem yang saling berkaitan.
"Jadi kan survei yang dilakukan Bank Indonesia, walaupun mengalami perubahan sedikit, tapi kan ini memang situasinya sekarang dampak dari perang tadi. Kayak plastik ini kan nanti tidak hanya produsen saja, jadi industri hulu dan konsumennya semua terdampak," ujar Budi kepada awak media.
Pemerintah saat ini tengah berupaya mencari solusi dengan memprioritaskan penyelesaian hambatan di sektor hulu. Mendag meyakini bahwa jika masalah di tingkat produsen bahan baku dapat teratasi, maka stabilitas harga dan pasokan di tingkat konsumen (hilir) akan mengikuti.
"Kita selesaikan dulu masalah hulunya. Jadi kalau masalah hulunya selesai, maka harapan kita hilirnya juga bisa. Jadi rentetannya banyak dari proses produksi dari hulu ke hilir secara ekosistem seperti itu," tambahnya.
Baca Juga
Keyakinan Konsumen Februari 2026 Melemah, Masyarakat Mulai Lebih Hati-Hati
Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, pemerintah juga mendorong adanya substitusi guna mengurangi ketergantungan pada variabel yang terdampak konflik global tersebut.
Budi berharap ketegangan geopolitik dunia segera mereda agar iklim konsumsi domestik kembali menguat.
“Harapannya perang ini segera selesai dan kita juga segera substitusi dari masalah ini segera sampai selesai," pungkasnya.
Berdasarkan data Survei Konsumen Bank Indonesia, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Februari 2026 tercatat sebesar 125,2 atau berada pada zona optimis.
Selain itu, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) juga masih berada pada level optimis, yakni sebesar 134,4

