Calon Deputi BI Solikin Ungkap Strategi Optimalkan Inflasi untuk Pertumbuhan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Solikin M Juhro dihadapkan pertanyaan yang menggelitik tentang relasi inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Pertanyaan tersebut dilontarkan Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun kepadanya.
“Saya kasih pilihan Pak, kalau pertumbuhan (ekonomi) 5% inflasi 2,5% atau pertumbuhan (ekonomi) 8% dengan inflasi 4%. Bapak pilih yang mana?” tanya Misbakhun, di ruang sidang Komisi XI DPR, Jakarta, Jumat (23/1/2026).
Baca Juga
Prabowo Yakin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Akan Kejutkan Dunia
Menurut Misbakhun, secara teoritis, inflasi terjadi karena dua hal, tekanan harga dan terkereknya penawaran. “Karena inflasi itu kadang-kadang secara teoritis ada dua penyebabnya, cost push dan demand pull, kalau inflasi itu memberikan tarikan kepada pertumbuhan bagaimana menurut Bapak,” kata dia.
Mendengar pertanyaan itu, Solikin mengatakan bahwa BI diberi mandat untuk menjaga inflasi dalam rentang 2,5% plus minus 1%. Dia tak membantah upaya memaksimalkan inflasi untuk mengerek pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga
Survei BI Proyeksikan Penjualan Eceran Menurun 3 Bulan Mendatang, Tekanan Inflasi Meningkat
Lantas apa pilihan Solikin?
“Kalau dikatakan memilih mana, pertumbuhan ekonomi 5% dengan (inflasi) 2% serta (pertumbuhan ekonomi) 8%, yang mungkin 7,5% dengan 3,5% (inflasi) saya buat Pak, ya saya tentunya memilih yang kedua,” kata dia.
Solikin memilih mengoptimalkan batas atas inflasi 3,5%. Dengan ruang fleksibilitas terhadap inflasi tersebut, akan terjadi dorongan terhadap aktivitas dan pertumuhan ekonomi dari 6-7% hingga 7,5%.

