Ekspansi Likuiditas BI Dorong Jumlah Uang Beredar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) mencatat jumlah uang yang beredar meningkat. Ini sejalan dengan kebijakan BI untuk mendorong efektivitas ekspansi likuiditas moneter untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Pada Desember 2025, pertumbuhan M0 tercatat sebesar 11,4% secara tahunan, meningkat signifikan dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 6,5% secara tahunan,” kata Gubernur BI, Perry Warjiyo, saat pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, yang digelar daring, Rabu (21/1/2026).
Perry mengatakan pertumbuhan uang primer (M0) adjusted, yaitu uang primer yang telah menetralisir dampak Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM), tercatat lebih tinggi yaitu 16,8% secara tahunan dari pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 13,3% secara tahunan.
Baca Juga
Dari komponennya, pertumbuhan M0 yang meningkat dipengaruhi oleh terkereknya volume uang kartal dan giro bank di Bank Indonesia, sejalan dengan kenaikan kegiatan ekonomi. Sementara itu, dari faktor yang memengaruhi, pertumbuhan M0 yang lebih tinggi dipengaruhi oleh koordinasi fiskal dan moneter sejalan dengan ekspansi likuiditas bank sentral dan stimulus fiskal pemerintah di akhir tahun.
Di sisi lain, pertumbuhan uang beredar dalam arti luas (M2) pada November 2025 tercatat 8,3% secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada Oktober 2025 sebesar 7,7% secara tahunan.
Dari sisi faktor yang memengaruhi, pertumbuhan M2 yang meningkat dipengaruhi oleh tagihan bersih kepada pemerintah pusat dan perkembangan penyaluran kredit. Ke depan, pertumbuhan uang yang beredar perlu terus dimonitor dan kelola melalui sinergi kebijakan BI dan pemerintah guna mendukung pertumbuhan ekonomi.

