Cadangan Devisa Naik ke US$ 156,1 Miliar pada Desember 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) menyatakan, posisi cadangan devisa Indonesia pada Desember 2025 mencapai US$ 156,1 miliar atau naik secara bulanan dibandingkan akhir November 2025 sebesar US$ 150,1 miliar. Secara tahunan, cadangan devisa Indonesia pada Desember 2025 naik 0,51% dibandingkan Desember 2024 yang di posisi US$ 155,7 miliar.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso mengatakan kenaikan posisi cadangan devisa tersebut bersumber dari penerimaan pajak dan jasa. Selain itu, cadangan devisa pada akhir Desember naik karena penerbitan sukuk global pemerintah dan penarikan pinjaman pemerintah.
Baca Juga
Pembayaran Utang dan Stabilkan Rupiah, Cadangan Devisa RI Turun ke US$152 Miliar
“Posisi cadangan devisa pada akhir Desember 2025 setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,3 bulan impor, dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor,” ujar Ramdan, dalam keterangan resminya, Kamis (8/1/2026).
BI menilai, kata Ramdan, cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal. Tak hanya itu, cadangan devisa yang tebal ini diharapkan menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
Ke depan, BI meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing yang diperkirakan berlanjut.
Baca Juga
Industri Pariwisata Ditarget Sumbang Devisa US$ 18,5 Miliar hingga Akhir 2025
“BI terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata dia.

