Lampaui Nasional, Inflasi Aceh, Sumut, dan Sumbar Melejit Akibat Bencana
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadinya lonjakan inflasi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, tiga wilayah yang terdampak bencana ekologis. BPS mencatat inflasi bulanan di tiga wilayah itu melampaui inflasi bulanan nasional sebesar 0,64%.
“Untuk Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat ini mengalami di Desember (2025) setelah sebelumnya deflasi di November 2025. Ketiga provinsi ini masuk dalam kelompok inflasi tertinggi,” ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, saat rilis data BPS, di kantor pusat BPS, Jakarta, Senin (5/1/2026).
Baca Juga
Inflasi AS Lebih Rendah dari Perkiraan, Buka Harapan Pelonggaran Kebijakan The Fed
Pudji menjelaskan, penyebab inflasi di tiga wilayah tersebut karena kenaikan harga komoditas akibat bencana ekologis pada akhir November 2025. Secara umum, kelompok komoditas makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar.
Di Aceh, inflasi mencapai 3,6% secara bulanan karena kenaikan harga beras yang memiliki andil terhadap inflasi sebesar 0,8%. Sementara Sumatra Utara mengalami inflasi bulanan 1,66% karena kenaikan harga cabai rawit yang memiliki andil terhadap inflasi sebesar 0,41%. Adapun Sumatra Barat mencatatkan inflasi sebesar 1,48%. Komoditas penyumbang inflasi, yaitu bawang merah dengan andil inflasi hingga 0,22%.
Baca Juga
Inflasi Desember 2025 0,64% MtM dan 2,92% YoY, Inflasi Tertinggi di Aceh
Bencana ekologis di tiga wilayah itu terjadi karena faktor lingkungan. Selain itu, pada akhir November 2025, terjadi cuaca ekstrem yang dipicu bibit siklon tropis 95B yang berkembang menjadi siklon tropis Senyar dan pengaruh dari siklon tropis Koto. Kedua siklon tersebut meningkatkan curah hujan lebat di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

