Mau Nabung Dulu! Desember Ini Purbaya Tak Akan Tambah Dana ke Perbankan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan, Astera Primanto Bhakti memastikan pemerintah tak akan menambah kucuran dana pemerintah ke perbankan pada akhir tahun ini.
“Tidak ada untuk tahun ini, di akhir tahun ini,” kata Astera, saat konferensi pers APBN KiTa edisi Desember 2025, di kantornya, Jakarta, Kamis (18/12/2025).
Astera mengatakan pemerintah optimistis terdapat kenaikan likuiditas pada akhir tahun ini. Untuk itu, pemerintah akan menyimpan uangnya untuk kebutuhan anggaran 2026.
“Jadi kita akan tabung dulu uang kita untuk tahun depan dan nanti kalau misalnya dinamikanya memungkinan, tentunya nanti kita akan bisa gelontorkan lagi ke perbankan,” kata dia.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan penempatan dana pemerintah sebesar Rp 276 triliun ke perbankan umum memperkuat likuiditas sistem keuangan dan menurunkan secara signifikan suku bunga deposito. Ke depan, Purbaya berharap penempatan dana itu diikuti penurunan suku bunga perbankan lebih signifikan dan jumlah uang primer yang beredar akan meningkat.
Baca Juga
Purbaya Klaim Penempatan Dana Pemerintah Rp 276 Triliun Dongkrak PDB 0,2% pada Kuartal IV-2025
Purbaya menjelaskan pertumbuhan uang primer sempat naik ke 13% pascapenempatan dana pemerintah ke bank umum. Tetapi, pada 5 Desember 2025, tersisa 5%.
“Tapi saya yakin menjelang minggu-minggu ke depan ini, likuiditas sistem akan bertambah lagi setelah kita koordinasi dengan bank sentral. Jadi mungkin akan double digit lagi,” kata Purbaya.
Sebelumnya diberitakan, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menargetkan pertumbuhan uang primer atau M0 mulai Desember 2025. Ini lakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan.
“Hingga arahnya, mulai Desember hingga setahun ke depan adalah double digit,” kata Perry, saat Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Desember 2025, Rabu (17/12/2025).
Langkah untuk menaikkan pertumbuhan uang primer ini sejalan dengan misi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di awal saat menjabat. Langkah mendongkrak uang primer itu dilakukan Purbaya dengan memindahkan saldo pemerintah sebesar Rp 276 triliun ke perbankan.
Menurut data BI, pertumbuhan uang primer yang adjusted yaitu uang primer yang telah menetralisir dampak Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM), tercatat melambat pada November 2025. Pertumbuhan uang primer adjusted menjadi 13,33% secara tahunan dari pertumbuhan pada bulan sebelumnya yang sebesar 14,38% secara tahunan.
“Dari komponennya, pertumbuhan M0 yang melambat terutama dipengaruhi oleh berkurangnya penempatan excess reserves bank di BI,” kata dia.

